Wall Street Tergelincir Usai Terbebani Saham Keuangan

Rabu, 28 Agustus 2019 - 08:22 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir Usai Terbebani Saham Keuangan
A A A
NEW YORK - Wall Street tergelincir pada perdagangan hari Selasa, waktu setempat usai terbebani saham keuangan di akhir sesi seiring masih munculnya kekhawatiran resesi Amerika Serikat (AS). Sementara ketidakpastian atas kemajuan negosiasi perdagangan antara AS dan China terus membayangi.

Bursa saham Negeri Paman Sam -julukan AS- awalnya sempat dibuka levih tinggi, setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal bakal membuka pembicaraan lanjutan dengan Beijing. Sementara Kementerian Luar Negeri China menekankan belum melakukan pembicaraan dengan AS belakangan ini terkait dengan perdagangan dua ekonomi terbesar dunia itu.

Selanjutnya sentimen datang dari imbal hasil obligasi untuk memunculkan kekhawatiran tentang melemahnya perekonomian global. "Perkembangan pembicaraan perdagangan tampaknya terjadi secara real time dan itu jadi pengaruh utama untuk apa yang mendorong pasar modal pada saat ini," kata Bill Northey dari US Wealth Management Bank di Minneapolis.

Dow Jones Industrial Average tercatat mengalami penurunan hingga 94,15 poin yang setara 0,36% menjadi 25.804,68 untuk mengiringi indeks S&P 500 saat kehilangan 8,7 poin atau 0,30% di posisi 2.869,68. Selanjutnya tren negatif juga terlihat pada Komposit NASDAQ dengan kejatuhan mencapai sebesar 32,57 poin atau 0,41% ke level 7.821,16.

Saham keuangan cenderung melemah dalam tingkatan yang lebih rendah setelah kehilangan 0,84%, sementara beberapa sektor bergerak defensif seperti utilitas dan real estat. Tercatat indeks S&P 500 telah melemah hampir 4% pada bulan Agustus sebagai dampak dari tensi memanas perang Dagang AS-China hingga memunculka kecemasan akan perlambatan ekonomi global yang bakal berpengaruh ke keuntungan perusahaan.

Bersamaan dengab ketidakpastian seputar laju pemotongan suku bunga AS dari Federal Reserve juga masih jadi perhatian para pelaku pasar. Dengan pertemuan Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pertengahan September, mendatang membuat investor mengukur kekuatan ekonomi AS. Mereka akan memiliki data di pasar tenaga kerja dan manufaktur minggu depan untuk mempertimbangkan sebelum pengumuman kebijakan.

Di antara pergerakan saham, Johnson & Johnson meningkat 1,93% setelah hakim Oklahoma mengatakan J&J harus membayar USD572.1 juta terkait mendorong epidemi opioid AS, jumlah yang secara substansial kurang dari apa yang diharapkan investor. Sedangkan saham Philip Morris International jatuh 7,42% setelah berniat merger.

Selanjutnya saham J. M. smucker Co juga jatuh 7,03% setelah produsen makanan kemasan memotong secara penuh proyeksi pendapatan serta keuntungan dan penjualan secara triwulan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved