Sulap Galian Pasir Jadi Lahan Kedelai Demi Dongkrak Produksi

Rabu, 28 Agustus 2019 - 11:06 WIB
Sulap Galian Pasir Jadi...
Sulap Galian Pasir Jadi Lahan Kedelai Demi Dongkrak Produksi
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir sehingga galian pasir disulap menjadi lahan lahan kedelai yang cukup produktif. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), namun sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu seluas 100 hektar (ha).

Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Ugi Sugiharto menjelaskan, lahan marginal seperti lahan eks galian pasir bisa dimanfaatkan petani untuk menanam kedelai. Bahkan, kedelai yang ditanam di lahan eks galian pasir tersebut produktivitasnya bisa mencapai 1,2 ton hingga 1,3 ton/ha.

"Saat ini kami bersama lima kelompok tani di Desa Cibulan juga melakukan kegiatan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir seluas 200 ha," kata Ugi Sugiharto di Kuningan, Rabu (28/8/2019).

Lebih lanjut Ugi berharap gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir ini dapat dilakukan juga pada desa-desa sekitar Kabupaten Kuningan. Pemerintah Desa Cibulan didorong untuk bisa membantu pengembangan lahan eks galian pasir yang berada di desa lainnya, karena tanam kedelai di lahan eks galian pasir bermanfaat untuk memulihkan lingkungan yang rusak.

"Galian pasir tak hanya ada di sini. Di beberapa daerah juga ada. Karena itu kami mengajak petani untuk mencintai lingkungan dengan memanfaatkan lahan marginal. Sebab, dengan cara tersebut petani tak hanya terlibat dalam perbaikan lingkungan yang rusak, tapi juga bisa meningkatkan produksi tanaman pangan dan menambah penghasilan," cetusnya.

Ugi menyebutkan adapun potensi lahan eks galian pasir di Desa Cibulan Kecamatan Cidahu seluas 500 ha. Apabila lahan tersebut semuanya bisa dimanfaatkan untuk tanam kedelai varietas Anjasmoro akan mensejahterakan petani. "Substansinya kami ingin mengubah mindset petani supaya tak menjadi buruh tambang pasir. Karena itu, kami mengajak mereka untuk tanam kedelai," sebutnya.

Sambung Ugi menekankan, gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir bisa berjalan secara masif, Kementan melalui Ditjen Tanaman pangan juga memberi pendampingan dan batuan benih, pupuk organik, herbisida, pompa air, traktor roda 4 dan prasarana dan sarana produksi pertanian lainnya.

"Kalau di sini bisa ditanami kedelai 2 sampai 3 kali setahun. Karena ada sumber air dari eks galian pasir yang bisa kami pompa, sehingga kami masih bisa tanam kedelai di musim kemarau," tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Citaman Desa Cubulan,Kecamatan Cidahu, Tasirin mengatakan, dirinya dan masyarakat lainnya sangat bangga bisa tanam kedelain di lahan eks galian pasir. Tahun lalu bersama empat kelompok tani lainnya tanam kedelai di lahan seluas 100 ha.

“Waktu itu kami tanam pertama pada Maret dan pada Mei sudah panen. Kemudian tanam lagi pada Juni dan pada September panen rata- rata 1,2 sampai 1,3 ton per hektar," ungkap Tasirin.

Ditambahkan olehnya, pada Agustus ini dilakukan lagi penanaman yang diperkirakan pada November nanti bisa dipanen. Yang pasti, setelah tanam kedelai, petani mendapatkan keuntungan yang luar bisa memberikan pendapatan baru.

“Kalau kami hitung per 200 petak atau 1/4 hektar, hasilnya bisa Rp 2,5 juta. Ini dikerjakan hanya butuh waktu 3 bulan. Apabila setahun tanam tiga kali, kami bisa mendapat tambahan penghasilan sekitar Rp 7,5 juta," terangnya.

Perlu diketahui, gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan H.Ridho Suganda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan H.Dodi Nurochmatuddin dan Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Maman Suherman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan Syahrul Yasin...
Mentan Syahrul Yasin Limpo Genjot Produksi Kedelai di Sulawesi Barat
Kementan Bongkar Penyebab...
Kementan Bongkar Penyebab Kedelai Lokal Langka
Biaya Angkut Jadi Penyebab...
Biaya Angkut Jadi Penyebab Kenaikan Harga Kedelai
Berbenah Kedelai, Kementan...
Berbenah Kedelai, Kementan Siapkan 6 Varietas Unggul
Terungkap! Indonesia...
Terungkap! Indonesia Negara Pengimpor Kedelai Terbesar Kedua di Dunia
Dicekik Harga Impor,...
Dicekik Harga Impor, Petani Kedelai Sekarat
Berita Terkini
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
21 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
32 menit yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
1 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved