Bantah Anggapan Belum Swasembada Pangan, Pakar: Salah Analisis

Jum'at, 06 September 2019 - 04:32 WIB
Bantah Anggapan Belum...
Bantah Anggapan Belum Swasembada Pangan, Pakar: Salah Analisis
A A A
JAKARTA - Anggapan yang mengatakan bahwa Indonesia sampai kini belum mampu mencapai swasembada pangan dinilai merupakan analisis kurang tepat.

"Bicara swasembada, kedaulatan, ketahanan, kebutuhan, stabilisasi pangan itu semua harus dipisahkan analisisnya. Jangan disatukan, dicampur," ucap pakar pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Profesor Luthfi Fatah, Kamis (5/9/2019).

Menurut Luthfi, jika ingin bicara swasembada, maka era Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, soal itu dirasakan telah dapat tercapai hasilnya. Luthfi mencontohkan, dengan mampunya surplus beras tahun 2018 dan komoditas lainnya.

Oleh sebab itu, Luthfi menjelaskan, surplus beras salah satunya dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan Amran Sulaiman melakukan swasembada pangan. Sebab hasilnya mampu di atas target yang ditetapkan.

"Indonesia kan bisa swasembada beras. Di atas rata-rata dibuat Amran. Bahkan jumlahnya lebih besar dibandingkan yang terjadi tahun 1984 dengan penduduk lebih banyak juga sekarang," ujar Luthfi.

Lalu menyoal kedaulatan pangan, Luthfi menjelaskan, peningkatan ekspor komoditas selama masa Amran Sulaiman menunjukkan Indonesia telah berdaulat pangan. Alasannya, dari produk pertanian Indonesia ternyata mampu memenuhi kebutuhan dunia.

"Lalu kenapa masih kurang kebutuhan pangan di pasaran, masih impor, itu berbeda bicaranya. Itu menyangkut apakah hasil pertanian kita yang surplus bisa memenuhi permintaan pasar supaya harga stabil. Itu analisis yang lain di luar swasembada," kata Luthfi.

Sebelumnya, pada suatu diskusi yang digelar sebuah ormas, mengkritisi kinerja pertanian Indonesia yang dianggap belum pernah mencapai swasembada pangan selama era reformasi.

Dalam diskusi yang berlangsung mengemuka pembahasan juga bahwa sampai masa Mentan sekarang, belum berhasil menciptakan kedaulatan serta ketahanan pangan di Indonesia. Termasuk pertanian nasional masih kurang jelas arahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Mentan Amran Optimistis...
Mentan Amran Optimistis Indonesia Bisa Capai Lagi Swasembada Pangan
Buka Kornas Penyuluh...
Buka Kornas Penyuluh Pertanian, Mentan Pastikan PPL Wujudkan Swasembada Pangan
Mentan Amran Sulaiman...
Mentan Amran Sulaiman Tegas, Mahasiswa Pertanian Optimistis Swasembada Pangan Tercapai
Mentan Amran Tegaskan...
Mentan Amran Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Korupsi di Kementerian Pertanian
Sosialisasi Inpres Nomor...
Sosialisasi Inpres Nomor 3/2025 di Kaltim, Kementan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
3 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
8 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
9 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved