Luhut Sebut Perkembangan Investasi di Indonesia Patut Diapresiasi

Senin, 09 September 2019 - 20:56 WIB
Luhut Sebut Perkembangan...
Luhut Sebut Perkembangan Investasi di Indonesia Patut Diapresiasi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara mengenai investasi di Indonesia. Menurut dia, perkembangan rantai pasok (supply chain) di Indonesia patut diapresiasi.

“Dulu kita ekspor raw material ini cuma USD350 juta, tahun lalu saja kita sudah eskpor itu setelah nilai tambah, itu sudah USD5,8 miliar. Itu angkanya bisa dilihat kok, tahun ini bisa sekitar USD7 miliar. Tahun depan akan USD12 miliar dan pada 2024 akan menjadi USD30 miliar. Investasi sepanjang ini termasuk baterai lithium, daur ulang baterai itu saya kira akan lebih dari USD30 miliar dalam 4-5 tahun ke depan ini,” ujarnya usai Rapat Kerja Penetapan RAPBN 2020 di gedung DPR, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dengan langkah pembangunan tersebut, Luhut berharap bahwa Indonesia dapat menjadi salah satu pemain global yang masuk ke dalam nominasi The Global Supply Chain.

“Selama ini kita ekspor kemana? 98% ke China. Kita hanya ekspor saja bawa itu tanah yang isinya timah, dan satu ton tanah itu belum tentu dapat 1 kg timah. Jadi berapa juta ton yang sudah berpuluh-puluh tahun kita ekspor,” tuturnya.

Mengenai penetapan harga timah, lanjut Luhut, akan ditentukan oleh pemerintah dan tidak diatur oleh pihak yang memiliki smelter. Dia juga menegaskan para pihak yang terlibat agar menuntaskan projek smelter yang belum atau sedang dalam proses pengerjaan segera.

“Sekarang, kita tidak berhenti di situ saja. Presiden sudah memerintahkan kita untuk melihat juga material-material dasar kita yang lainnya, misalnya timah. Masak harga timah ditentukan di Singapura? Masak tidak bisa buat supply chain-nya itu coba. Kenapa tidak kita buat industrinya dalam negeri,” tegasnya.

Sementara itu menyoal para investor yang gagal berinvestasi di Indonesia, Luhut menyebut bahwa birokrasi seperti peraturan yang berbelit adalah salah satu penyebabnya.

“Sekarang oleh Presiden dipotongin semua itu. Sekarang kita tiru aja Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia. Itu aja benchmark kita,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Luhut meminta masyarakat untuk melihat sisi positif dari pembangunan ekonomi yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.

“Kenapa sih kita senang berkomentar, ada pabriknya, kan semua pekerjanya orang Indonesia. Semua orang Indonesia yang disitu, mobil-mobil murah dan dipakai oleh rakyat biasa,” ujarnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Teman Pengusaha Jangan...
Teman Pengusaha Jangan Ragu Hubungi Luhut Kalau Ada Masalah, Pasti Dibantu
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
26 menit yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
59 menit yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
1 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
3 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved