USD Naik Jelang Pertemuan ECB, Rupiah Takluk ke Rp14.057
Rabu, 11 September 2019 - 10:41 WIB
USD Naik Jelang Pertemuan ECB, Rupiah Takluk ke Rp14.057
A
A
A
JAKARTA - Indeks dolar Amerika Serikat melanjutkan kenaikan pada perdagangan Rabu (11/9/2019), menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Hasil ini membuat rupiah di data Bloomberg dibuka melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.057, dibanding penutupan kemarin di Rp14.052 per USD.
Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah terdegradasi 29 poin atau 0,20% ke level Rp14.056 per USD, berbanding Selasa kemarin di Rp14.027 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu ini mematok kurs rupiah di Rp14.063 per USD, terdepresiasi 32 poin dari posisi Rp14.031 per USD pada Selasa lalu.
Melansir dari Reuters, fokus investor saat ini tertuju pada pertemuab ECB pada Kamis besok, yang diharapkan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif.
ECB juga dapat menyesuaikan sikapnya terhadap keputusan penetapan suku bunga yang akan datang oleh bank sentral AS Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) pekan depan, serta untuk daya tarik aset berisiko global.
Meski masalah perang dagang, Brexit dan suasana politik di Hong Kong mulai kondusif, sehingga masih menopang aset berisiko, namun pasar melihat tanda-tanda perlambatan permintaan global. Hal ini seiring data ekonomi dua negara besar dunia, AS dan China yang melambat.
Kekhawatiran tanda-tanda perlambatan ini dan jelang pertemuan ECB, membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,06% menjadi 98,385 dibandingkan level penutupan sebelumnya.
Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah terdegradasi 29 poin atau 0,20% ke level Rp14.056 per USD, berbanding Selasa kemarin di Rp14.027 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu ini mematok kurs rupiah di Rp14.063 per USD, terdepresiasi 32 poin dari posisi Rp14.031 per USD pada Selasa lalu.
Melansir dari Reuters, fokus investor saat ini tertuju pada pertemuab ECB pada Kamis besok, yang diharapkan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif.
ECB juga dapat menyesuaikan sikapnya terhadap keputusan penetapan suku bunga yang akan datang oleh bank sentral AS Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) pekan depan, serta untuk daya tarik aset berisiko global.
Meski masalah perang dagang, Brexit dan suasana politik di Hong Kong mulai kondusif, sehingga masih menopang aset berisiko, namun pasar melihat tanda-tanda perlambatan permintaan global. Hal ini seiring data ekonomi dua negara besar dunia, AS dan China yang melambat.
Kekhawatiran tanda-tanda perlambatan ini dan jelang pertemuan ECB, membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,06% menjadi 98,385 dibandingkan level penutupan sebelumnya.
(ven)