CORE: Pertumbuhan Utang Luar Negeri Swasta Perlu Dikontrol

Senin, 16 September 2019 - 22:31 WIB
CORE: Pertumbuhan Utang...
CORE: Pertumbuhan Utang Luar Negeri Swasta Perlu Dikontrol
A A A
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2019 tercatat sebesar USD395,3 miliar, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD197,5 miliar, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar USD197,8 miliar.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, dalam menganalisis utang luar negeri sebaiknya harus dipisahkan antara ULN pemerintah dengan ULN swasta.

"Utang bank adalah bagian dari utang swasta dimana kontribusi utang bank relatif kecil terhadap total utang ULN swasta," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurut dia, ULN pemerintah sejauh ini masih aman karena jumlah akumulasi dan pertumbuhan utang pemerintah dibatasi oleh undang-undang. Apalagi untuk utang luar negeri dimana kebijakan pemerintah lebih mengutamakan utang domestik. Namun, pemerintah tidak bisa sembarangan menambah utang, utamanya ULN. "Yang berbahaya adalah perkembangan ULN swasta khususnya yang non bank yang pertumbuhannya cukup tinggi dari tahun ke tahun," ujar dia.

Piter melanjutkan, ULN swasta perlu dikontrol pertumbuhannya. Namun permasalahnnya, swasta tidak mempunyai banyak pilihan sumber pembiayaan. Selama di domestik masih terjadi keketatan likuiditas swasta akan terdorong untuk meminjam ke luar negeri sekaligus meningkatkan risiko.

"Kenyataannya likuiditas dalam negeri masih sangat terbatas yang kemudian berdampak kepada suku bunga kredit sangat tinggi," imbuhnya.

Daya tarik pinjaman luar negeri salah satunya adalah suku bunga yang rendah. Selama kondisinya masih sama, kata Piter, swasta kalau ada kesempatan akan terus berhutang ke luar negeri.

"Maka dari itu, yang harus dilakukan adalah longgarkan likuiditas. Kurangi insentif bagi swasta untuk berhutang ke luar negeri," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
27 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved