Sri Mulyani Akan Pantau Neraca Perdagangan dari Sisi Regional dan Global
Senin, 16 September 2019 - 22:07 WIB
Sri Mulyani Akan Pantau Neraca Perdagangan dari Sisi Regional dan Global
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2019 mengalami surplus USD0,08 miliar. Jumlah ini membaik dibandingkan Juli 2019 yang mengalami defisit USD0,06 miliar.
Surplus ini terjadi lantaran realisasi nilai impor yang turun tajam mencapai 8,53%. Meski membaik, namun kenaikan tersebut terbilang tipis. Pasalnya, perkembangan neraca dagang ini berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mencermati tren neraca perdagangan kedepannya. Sri Mulyani mengatakan bakal melihat perkembangan neraca perdagangan dari pasar regional dan global.
"Jadi kita lihat setiap bulan perkembangan neraca perdagangan dari pasar regional, global dan apa yang menimbulkan positif biasanya. Kita akan lebih lihat trennya," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, nilai laju ekspor dan impor pada Agustus 2019 memang mengalami penurun, meski demikian laju kinerja impor ternyata jauh lebih lambat. Hal ini membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.
Nilai impor Agustus 2019 tercatat mencapai USD14,20 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,60% dibandingkan Agustus 2018 yang sebesar USD16,82 miliar. Dengan Juli 2019 juga tercatat turun 8,53% jadi USD15,52 miliar.
Surplus ini terjadi lantaran realisasi nilai impor yang turun tajam mencapai 8,53%. Meski membaik, namun kenaikan tersebut terbilang tipis. Pasalnya, perkembangan neraca dagang ini berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mencermati tren neraca perdagangan kedepannya. Sri Mulyani mengatakan bakal melihat perkembangan neraca perdagangan dari pasar regional dan global.
"Jadi kita lihat setiap bulan perkembangan neraca perdagangan dari pasar regional, global dan apa yang menimbulkan positif biasanya. Kita akan lebih lihat trennya," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, nilai laju ekspor dan impor pada Agustus 2019 memang mengalami penurun, meski demikian laju kinerja impor ternyata jauh lebih lambat. Hal ini membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.
Nilai impor Agustus 2019 tercatat mencapai USD14,20 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,60% dibandingkan Agustus 2018 yang sebesar USD16,82 miliar. Dengan Juli 2019 juga tercatat turun 8,53% jadi USD15,52 miliar.
(ven)
Lihat Juga :