Ajukan Status Bangkrut, Forever 21 Akan Tutup 350 Toko di Seluruh Dunia

Senin, 30 September 2019 - 18:28 WIB
Ajukan Status Bangkrut,...
Ajukan Status Bangkrut, Forever 21 Akan Tutup 350 Toko di Seluruh Dunia
A A A
LOS ANGELES - Jaringan ritel fesyen asal Amerika, Forever 21 telah mengajukan perlindungan dari kebangkrutan di Amerika Serikat, lantaran terlilit utang yang diiringi dengan penurunan penjualan. Pihak perusahaan mengutarakan, rencana untuk hengkang dari lokasi utama di Asia dan Eropa meskipun bakal tetap beroperasi di Meksiko dan Amerika Latin.

Juru bicara perusahaan yang berbasis di Los Angeles, California bahkan mengungkapkan, Forever 21 bakal menutup 350 Toko di seluruh dunia serta 178 toko di AS. Sebelumnya Forever 21 telah menurunkan harga pakaian serta aksesoris yang mereka jual untuk bersaing dengan merek seperti Zara dan H&M.

Tetapi beberapa analis mengatakan peritel yang didirikan pada 1984, telah kehilangan jalan selama lima tahun terakhir dan mengalami kejatuhan saat pemuda di AS cenderung membeli pakaian yang relatif murah. Forever 21 seperti halnya para peritel tradisional lainnya tengah berjuang melawan meningkatnya persaingan dari rival meraka yang datang dari online.

Bab 11 yang mengatur perlindungan dari kebangkrutan menunda kewajiban perusahaan AS terhadap kreditur, serta memberikan waktu untuk mengatur kembali utang atau menjual aset mereka. Juru bicara dari Forever 21 berharap bisa menjaga toko mereka berada dalam kisaran 450 hingga 500 secara global selama proses ini atau turun drastis dari total sekira 800 toko.

Pada minggu lalu, Forever 21 telah mengumumkan akan keluar dari pasar Jepang pada bulan Oktober karena penjualan yang terus menunjukkan perlambatan. Kebijakan itu juga diikuti dengan penutupan 178 Toko di seluruh Amerika Serikat, meski belum memberikan rician terhadap pasar di negara lain. "Keputusan seputar lokasi mana saja yang akan ditutup masih dibahas. Kami tidak berharap untuk keluar dari pasar utama di AS," kata juru bicara Forever 21.

Peritel berusaha untuk meyakinkan pelanggan dalam Surat publik pada hari Minggu, lalau dengan mengatakan "toko tetap buka " dan "itu akan terus terjadi seperti hari normal lainnya". "Ini tidak berarti bahwa kita akan keluar dari bisnis. Sebaliknya, pengajuan perlindungan kebangkrutan adalah langkah yang disengaja dan menentukan untuk menempatkan kami dalam jalur sukses di masa depan," bunyi pernyataan resmi perusahaan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Demi Hemat Rp4,4 Triliun,...
Demi Hemat Rp4,4 Triliun, Ritel Fesyen GAP Bakal PHK 500 Lebih Karyawan
Bertahan Saat Pandemi,...
Bertahan Saat Pandemi, Theshonet Beri Stimulus ke Pelaku Industri Fashion dan Beauty
Raksasa Ritel Asal AS...
Raksasa Ritel Asal AS di Ambang Kebangkrutan, Ratusan Toko Terancam Tutup
Gaet Konsumen Loyal,...
Gaet Konsumen Loyal, Brand Pakaian Ini Perkenalkan Kartu Member Digital
Optimistis Bisnis Fashion...
Optimistis Bisnis Fashion Muslim Tumbuh Pesat, ZATA Target Buka 33 Toko Baru
Dorong Ekonomi Kreatif,...
Dorong Ekonomi Kreatif, Industri Fashion Lokal Makin Ekspansif
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
1 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
9 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
10 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
10 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
10 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved