Dolar AS Makin Melambung, Rupiah Terhuyung ke Rp14.197
Selasa, 01 Oktober 2019 - 10:52 WIB
Dolar AS Makin Melambung, Rupiah Terhuyung ke Rp14.197
A
A
A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) semakin percaya diri menjelang pengumuman data manufaktur AS yang diperkirakan menguat. Hal ini semakin menekan nilai tukar rupiah. Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 2 poin atau 0,02% ke Rp14.197 per USD, pada Selasa (1/10/2019).
Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound atau berbalik menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.190 per USD, setelah pada Senin kemarin ditutup melemah 23 poin ke Rp14.195 per USD.
Senada, data Yahoo Finance mencatat rupiah pada Selasa ini terkoreksi 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.195 per USD, setelah kemarin ditutup di Rp14.171 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah pada Selasa (1/10/2019) di level Rp14.196 per USD, terdepresiasi 22 poin dari level Senin lalu di Rp14.174 per USD.
Dolar AS menguat menjelang data ekonomi dan pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS pada pekan ini, yang optimis soal ekonomi Negeri Paman Sam. "Data ekonomi dan komentar Federal Reserve dapat mendukung dolar," ujar Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.
Melansir dari Reuters, indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,03% menjadi 99,402, mendekati level tertinggi dalam waktu lebih dua tahun.
Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound atau berbalik menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.190 per USD, setelah pada Senin kemarin ditutup melemah 23 poin ke Rp14.195 per USD.
Senada, data Yahoo Finance mencatat rupiah pada Selasa ini terkoreksi 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.195 per USD, setelah kemarin ditutup di Rp14.171 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah pada Selasa (1/10/2019) di level Rp14.196 per USD, terdepresiasi 22 poin dari level Senin lalu di Rp14.174 per USD.
Dolar AS menguat menjelang data ekonomi dan pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS pada pekan ini, yang optimis soal ekonomi Negeri Paman Sam. "Data ekonomi dan komentar Federal Reserve dapat mendukung dolar," ujar Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.
Melansir dari Reuters, indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,03% menjadi 99,402, mendekati level tertinggi dalam waktu lebih dua tahun.
(ven)