Dolar AS Makin Trengginas, Rupiah Kandas di Rp14.215

Selasa, 01 Oktober 2019 - 17:14 WIB
Dolar AS Makin Trengginas,...
Dolar AS Makin Trengginas, Rupiah Kandas di Rp14.215
A A A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) terus meningkat ke level tertinggi dalam dua tahun melawan enam mata uang utama pada Selasa (1/10/2019), merespon perkiraan data manufaktur AS bulan September, yang diprediksi ekspansif.

Mata uang George Washington yang makin trengginas (lincah) membuat nilai tukar rupiah kandas pada awal Oktober ini. Data Bloomberg mencatat mata uang kecintaan kita terdepresiasi 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.215 per USD.

Pembukaan dagang, rupiah sempat rebound 5 poin menjadi Rp14.190 per USD dibanding penutupan Senin lalu di Rp14.195 per USD. Namun, tidak ada sentimen positif dalam negeri membuat rupiah kembali nelangsa. Selasa ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.188-Rp14.217 per USD.

Melemahnya rupiah juga tercatat di data Yahoo Finance pada Selasa petang ini. Mata uang Garuda terkoreksi 44 poin atau 0,31% menjadi Rp14.215 per USD, berbanding penutupan kemarin di Rp14.171 per USD. Hari ini, rupiah ditransaksikan di Rp14.171-Rp14.215 per USD.

Dolar AS mendapat keuntungan dari situsi inflasi di Zona Euro, kekhawatiran ekonomi di Australia merespon perlambatan ekonomi global, sehingga Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga seperempat poin menjadi 0,75%.

"Penurunan suku bunga oleh RBA, risiko ekonomi Uni Eropa yang stagnan menambah keuntungan bagi greenback, selain perkiraan data ekonomi yang positif," ujar Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

Mengutip dari Reuters, kondisi diatas membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,10% menjadi 99,479, menyamai level tertinggi sejak 12 Mei 2017.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved