Penyelamatan Sriwijaya Air, Pengamat: Sudah Seharusnya Ditolong Pemerintah

Rabu, 02 Oktober 2019 - 00:13 WIB
Penyelamatan Sriwijaya...
Penyelamatan Sriwijaya Air, Pengamat: Sudah Seharusnya Ditolong Pemerintah
A A A
JAKARTA - Penyelamatan Sriwijaya Air Group menurut pengamat penerbangan Gatot Rahardjo, sudah seharusnya pemerintah memberikan pertolongan. Hal ini menanggapi kembalinya rujuk Garuda Indonesia Group bersama Sriwijaya Air Group untuk melanjutkan kerja sama manajemen setelah sebelumnya diwarnai beda pendapat antara pemegang saham dan Garuda Indonesia Group melalui anak usahanya Citilink Indonesia.

"Namun begitu, sebenarnya ada skema pertolongan. Kalau di AS dulu namanya chapter eleven terus diperbarui dengan mengikuti perkembangan zaman. Di Indonesia juga sudah punye mekanisme sebenarnya, tinggal penerapan dan political will dari pemerintah dalam hal ini Kemenhub," ujar Gatot Rahardjo kepada SINDOmedia di Jakarta, Selasa (1/10).

Caranya bukan dengan gelontoran dana dari pemerintah, tapi pengkondisian agar maskapai itu sehat. "Misalnya dengan proteksi di rute gemuk pada periode tertentu, renegoisasi utang, keringanan atau penghapusan biaya-biaya, misal biaya navigasi, kebandarudaraan, pajak dan lain-lain dalam waktu tertentu, pendampingan manajemen dan sebagainya," jelas founder Terbang.id ini.

Hal lain yang menjadi alasan bahwa Sriwijaya Air patut diselamatkan karena pangsa pasarnya sekitar 10% atau mencapai 10 juta penumpang per tahun. Dari sisi efek ekonomi juga perlu diperhatikan karena sektor ini sangat memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi. "Selain itu. pada penumpang dan biro agen, juga pada karyawan yang jumlahnya lebih dari 5 ribu. Kalau kena PHK, bisa timbul gejolak sosial," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa jika Sriwijaya Air tak diselamatkan atau dibiarkan tidak beroperasi, maka hanya ada dua group besar yang berpotensi oligopoli yakni Garuda dan Lion. "Kalau sriwijaya kolaps, maka tinggal ada 2 grup besar yang nyata (duopoli) yaitu Garuda dan Lion. Saat ini memang Sriwijaya Air ada di bawah Garuda, tapi suatu saat bisa lepas lagi dan jadi penyeimbang," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berdarah-darah, Sriwijaya...
Berdarah-darah, Sriwijaya Air 'Ikuti Jejak' Garuda Indonesia
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan Diprediksi Baru Pulih Akhir 2022
Indonesia Kekurangan...
Indonesia Kekurangan Inspektur Penerbangan
Usai Kecelakaan Pesawat...
Usai Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air dan Garuda Gagal Landing, DPR Akan Panggil Kemenhub
Kelaikan Pesawat Sriwijaya...
Kelaikan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jadi Sorotan, Usia Bukan Masalah Tapi Pengawasan
Memo Internal Soal Pengurangan...
Memo Internal Soal Pengurangan Karyawan Rembes ke Publik, Sriwijaya Air Buka Suara
Berita Terkini
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
1 menit yang lalu
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
3 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
4 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved