Kepala Bappenas Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi dan Tax Ratio Paling Berat

Kamis, 03 Oktober 2019 - 18:22 WIB
Kepala Bappenas Sebut...
Kepala Bappenas Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi dan Tax Ratio Paling Berat
A A A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut target pembangunan ekonomi periode 2015-2019 paling berat dipenuhi. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro antara yang tercapai dan sulit tercapai perbandingannya 50:50.

“Dimensi ekonomi mungkin yang paling berat. Karena pencapaiannya 50-50 antara yang tercapai dan sulit tercapai,” katanya di Kantor Presiden, Kamis (3/10/2019).

Dia mengatakan, target pembangunan ekonomi yang tercapai antara lain adalah inflasi, tingkat pengangangguran terbuka, dan penyediaan lapangan kerja. Sementara yang sulit tercapai antara lain pertumbuhan ekonomi dan tax ratio yang masih di bawah target.

“Kita lihat rata-rata pertumbuhan ekonomi selama lima tahun ini di seputaran 5%. Memang lebih rendah dibandingkan RPJMN 5 tahun sebelumnya yang rata-rata mendekati 5,5% sampai 6%,” ungkapnya.

Namun dia menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di periode sebelumnya lebih baik dibandingkan saat ini. Salah satunya adalah harga komoditas yang melesat sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Dan ketika kabinet ini dimulai kita tahu bahwa booming harga komoditas sudah berakhir. Dan akibatnya kiat tumbuh di seputaran 5% yang mungkin dianggap lebih rendah. Tetapi paling tidak ini termasuk relatif tinggi untuk ekonomi sebesar Indonesia. Di bawah negara seperti Cina dan India namun, di atas dari banyak negara lainnya,” jelasnya.

Sementara itu untuk inflasi, Bambang menyebut sebagai salah satu pencapaian yang cukup berhasil. Pasalnya selama 5 tahun ini inflasi masih di seputaran 3 sampai 4%. “Ini salah satu prestasi terbaik karena kita bisa menjaga stabiliats inflasi di tingkat rendah untuk pertahankan daya beli masyarakat,” katanya.

Selain itu penurunan angka kemiskinan juga menjadi capaian keberhasilan pemerintahan kali ini. Dimana angka kemiskinan berhasilkan hingga ke angka satu digit. “Mulai tahun 2018, setelah sebelumnya selalu dua digit, bahkan agak jauh di atas 10%. Data terakhir menunjukkan tahun ini kemungkinan kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan ke seputaran 9,2% pada akhir tahun,” tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Asumsi Makro 2022 Dirombak,...
Asumsi Makro 2022 Dirombak, Berikut Rinciannya
Ini Tantangan bagi Pemerintahan...
Ini Tantangan bagi Pemerintahan Prabowo Capai Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2025
Komisi VII DPR Setujui...
Komisi VII DPR Setujui Asumsi Makro Kementerian ESDM
Sri Mulyani Pangkas...
Sri Mulyani Pangkas Batas Bawah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Jadi 5,1%
Ambyar, Sri Mulyani...
Ambyar, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro Banyak Meleset
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
15 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
23 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
36 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved