Ekonomi Digital Indonesia Terpesat di Asia Tenggara

Selasa, 08 Oktober 2019 - 06:24 WIB
Ekonomi Digital Indonesia Terpesat di Asia Tenggara
Ekonomi Digital Indonesia Terpesat di Asia Tenggara
A A A
JAKARTA - Ekonomi digital di Indonesia terus menunjukkan tren yang membaik. Pertumbuhannya bahkan tercatat yang terbesar di wilayah Asia Tenggara. Perdagangan elektronik (e-commerce) menjadi sektor penyokong utama pertumbuhan tersebut.

Tingginya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terungkap dari Google, Temasek Holdings Pte, dan Bain & Co. Laporan itu juga mengungkapkan ekonomi digital Asia Tenggara sesuai perkiraan mencapai lebih dari USD100 miliar (Rp1.416 triliun) pada tahun ini. Pada 2025 peningkatannya diproyeksikan akan mencapai tiga kali lipat.

Dengan data ini, artinya Asia Tenggara menjadi satu di antara wilayah dengan pertumbuhan terpesat di dunia untuk perdagangan online. Kondisi ini juga didukung banyaknya populasi pemuda yang semakin lekat dengan smartphone. "Pada 2019 ekonomi digital Indonesia mencapai USD40 miliar (Rp567 triliun) dan pada 2025 sebesar USD133 miliar (Rp1.883 triliun)," ungkap laporan itu.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, laporan regional pada 2019 mencakup lima sektor, yakni e-commerce, media online, transportasi online, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital. Dari lima sektor, e-commerce memiliki pertumbuhan paling pesat di antara empat sektor lainnya.

Sektor e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai USD21 miliar pada tahun ini. Angka ini tumbuh 12 kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 88%. Ke depan e-commerce diperkirakan mengalam pertumbuhan mencapai USD82 miliar pada 2025.

“Dalam empat tahun ke depan, laporan memprediksi pertumbuhan 12 kali lipat untuk sektor e-commerceIndonesia dan pertumbuhan enam kali lipat untuk transportasi online,” ucap Randy dalam paparan di Kantor Google Indonesia, Jakarta, kemarin.

Pertumbuhan ekonomi digital di Thailand masih kalah dengan Indonesia yakni sebesar USD16 miliar. Nilainya diproyeksikan akan menjadi USD50 miliar pada 2025. Singapura membukukan USD12 miliar pada 2019 dan target USD27 miliar pada 2025. Vietnam mencatat USD12 miliar pada 2019 dan USD43 miliar pada 2025.

Malaysia di angka USD11 miliar pada 2019 dan USD26 miliar pada 2025. Filipina mencatat total USD7 miliar pada 2019 dan USD25 miliar pada 2025. E-commerce menjadi sektor tercerah dalam ekonomi digital Asia Tenggara. Hal itu dibantu dengan berbagai festival online untuk menarik pembeli, hiburan dalam aplikasi, dan pengiriman paket yang semakin cepat.

Sektor ini diproyeksikan akan naik empat kali lipat dari USD38,2 miliar pada 2019 menjadi USD153 miliar pada 2025. “Pertumbuhan besar itu akan muncul dari Indonesia, tempat pasar e-commerce akan tumbuh dari USD21 miliar menjadi USD82 miliar,” ungkap laporan tersebut, dilansir Bloomberg.

Besarnya pengguna internet di Asia Tenggara turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital. “Nilai transaksi digital di berbagai bidang, mulai dari ritel internet hingga taksi online dapat mencapai USD300 miliar pada 2025, berkat populasi pengguna internet saat ini yang mencapai 360 juta orang,” ungkap hasil riset itu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1477 seconds (10.177#12.26)