Pembiayaan Non-Pemerintah untuk SDGs Diperkirakan Semakin Tinggi

Rabu, 09 Oktober 2019 - 20:20 WIB
Pembiayaan Non-Pemerintah...
Pembiayaan Non-Pemerintah untuk SDGs Diperkirakan Semakin Tinggi
A A A
JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas mengakui, pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) membutuhkan pembiayaan yang tak sedikit. Ke depan kontribusi pembiayaan non-pemerintah diharapkan semakin besar.

"Aspek pembiayaan tentunya tidak dapat dilupakan dalam pencapaian tujuan-tujuan dari SDGs," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam SDGs Annual Conference 2019 di Jakarta, Rabu(9/10/2019).

Kesenjangan pembiayaan SDGs di negara-negara berkembang, kata dia, seperti halnya Indonesia, juga tidak kecil. "Gap-nya bisa mencapai USD2,5 triliun per tahun, sementara GDP Indonesia saat ini hanya lebih dari USD1 triliun. Ini berarti ada kesenjangan pembiayaan SDGs," lanjut Bambang.

Lebih lanjut, dia mengatakan, skenario pembiayaannya bisa memakai konsep seperti biasanya (business as usual), moderat atau intervensi intensif yang tinggi (high scenario). Upaya pembiayaan untuk mencapai tujuan SDGs tidak bisa bergantung sepenuhnya pada APBN.

Bambang menjelaskan bahwa SDGs didesain untuk multiplatform, bukan hanya dikhususkan untuk pemerintah, melainkan melibatkan banyak pihak untuk saling berkolaborasi dan membiayainya bersama.

"Memakai high scenario, kebutuhan investasi non-pemerintah untuk pembiayaan SDGs 2020-2024 sebesar Rp7.638 triliun, dan untuk 2025-2030 sebesar Rp20.197 triliun," jelas Bambang.

Ia mengatakan bahwa peranan non-pemerintah diperkirakan akan terus meningkat seiring waktu. Nantinya, masih dalam skenario tinggi, kontribusi non-pemerintah diperkirakan meningkat dari 38,2% (2020-2024) menjadi 42,3% (2025-2030).

"Oleh karena itu, perlu ada perubahan paradigma pembiayaan, dari development financing ke financing for development dan inovasi pembiayaan. Contoh inovasi pembiayaan inovatif antara lain PINA, crowdfunding, filantropi, social impact fund, green fund, dan lain sebagainya," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
NCSR Gelar Ajang untuk...
NCSR Gelar Ajang untuk Perusahaan yang Terapkan Pembangunan Berkelanjutan
Pentingnya Penerapan...
Pentingnya Penerapan TJSL Berbasis Sosial dan Lingkungan, Ini Penjelasannya
Kolaborasi Multi Pihak...
Kolaborasi Multi Pihak Jadi Kunci Tercapainya SDGs
Wujudkan World-Class...
Wujudkan World-Class Sustainable Banking Group, BRI Perkuat Kontribusi terhadap SDGs
Bayer Indonesia Konsisten...
Bayer Indonesia Konsisten Tingkatkan Bisnis Berkelanjutan
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Dorong Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
17 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved