Pemanfaatan Digital Bisa Mendongkrak Penerimaan Pajak

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 04:18 WIB
Pemanfaatan Digital...
Pemanfaatan Digital Bisa Mendongkrak Penerimaan Pajak
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, bercerita soal hasil kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur. Dalam kunjungan itu, ia mendapati wajah lesu anak buahnya yang menjadi ujung tombak pengumpulan pajak.

"Saya baru saja pulang dari Malang, saya bicara dengan seluruh Kanwil saya di sana soal bagaimana penerimaan pajak. Muka mereka lesu semua," ujar Sri Mulyani di Djakarta Theater, Kamis (10/10/2019).

Masalah ini, kata dia, harus dituntaskan. Agar penerimaan pajak bisa positif, Indonesia harus memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Apalagi teknologi digital telah banyak menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Indonesia merupakan salah satu negara di Asia, dimana pertumbuhan ekonomi digitalnya termasuk yang tercepat. Pertumbuhannya 40% setiap tahunnya, ini angka yang menakjubkan," katanya.

Untuk itu, pemanfaatan platform digital harus digunakan untuk mendongkrak penerimaan pajak. Jadi membayar pajak harus bisa semudah seperti membeli pulsa di platform digital.

Keinginan ini disambut positif oleh para startup di Indonesia. Salah satunya, Tokopedia. Mereka telah membuka layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat.

"Saya sampaikan ke publik kalau ingin bayar pajak secepat dan semudah beli pulsa, kemudian saya dapat respon, tawaran kerja sama. Sekarang bahkan dapat laporan orang sudah bisa bayar pajak dengan cepat melalui Tokopedia atau startup lainnya," terangnya.

Sri Mulyani optimis digitalisasi bisa mendorong perubahan ekonomi yang lebih baik ke depannya. Kemenkeu pun memanfaatkan digital untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dengan pecahan yang lebih kecil untuk menjangkau generasi milenial. Menurutnya, dengan pecahan SBN sebesar Rp500.000, kini investor ritel mayoritas berasal dari milenial.

"Mayoritas pembeli kini milenial, walaupun secara nilai kecil, masih lebih besar generasi tua yang memang punya uang. Namun kami ingin menjangkau mereka yang sekarang kebutuhan hidupnya saja tersedia hanya dengan gadget," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kejar Pajak Digital,...
Kejar Pajak Digital, Sri Mulyani Menunggu Kesepakatan Global Saat AS Mundur
Teknologi Digital Bisa...
Teknologi Digital Bisa Ciptakan Rezim Pajak Global
Ekonomi Tumbuh, Penerimaan...
Ekonomi Tumbuh, Penerimaan Pajak hingga Oktober Capai Rp953,6 Triliun
Sri Mulyani Happy Kantongi...
Sri Mulyani Happy Kantongi Penerimaan Pajak Rp970,2 T hingga Semester I-2023
Mantap! Setoran Pajak...
Mantap! Setoran Pajak Meningkat
Sri Mulyani Sebut Penerimaan...
Sri Mulyani Sebut Penerimaan Pajak Maret Meningkat Berkat Coretax
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved