Sosok Dirjen Pajak Baru Harus Punya Kapabilitas dan Jaringan Luas

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 07:07 WIB
Sosok Dirjen Pajak Baru...
Sosok Dirjen Pajak Baru Harus Punya Kapabilitas dan Jaringan Luas
A A A
JAKARTA - Panglima pajak dalam hal ini Direktur Jenderal Pajak ke depan, akan menentukan arah perpajakan pemerintah. Karena itu, sosoknya harus memiliki kapabilitas, orang kareir dan memiliki loyalitas serta jaringan yang luas. Sehingga ke depan, sektor ini bisa menjadi penopang belanja negara.

Praktisi bisnis, Roy Sembel, membeberkan kriteria yang cocok menjadi Dirjen Pajak baru untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan pajak di Indonesia. "Perlu ada orang yang kepemipinannya kuat, tidak tradisional seperti yang lalu-lalu," ujar Roy di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Di sisi lain, juga bisa berada di tengah dalam mengelola organiasi sehingga good governance bisa tercipta serta mampu menggunakan teknologi state of art. "Juga tentunya, kompeten, sudah punya pengalaman, dan punya network kuat biar," tambahnya.

Roy memaparkan bahwa kondisi perpajakan di Indonesia memiliki banyak masalah, sehingga panglima pajak ke depan harus dijabat oleh orang yang tepat.

"Kita (Indonesia) punya banyak sekali masalah di perpajakan. Tapi tenang, ada solusinya. Caranya dengan menaruh orang yang tepat di kepala perpajakan," katanya.

Dia berharap, nantinya Dirjen Pajak yang terpilih tidak dipilih secara asal. Roy mengingatkan kalau career path dari calon Dirjen Pajak harus jelas.

"Jangan asal taruh jabatan, career path dari orang tersebut harus jelas. Jadi, saya harap orang ini bisa memberikan ide brilian. Contohnya adalah membuat masyarakat bangga jika membayar pajak karena turut membangun negara ini," jelasnya.

Dalam hitungan hari, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan akan memasuki masa pensiun pada 20 Oktober 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun harus segera mencari penggantinya untuk memimpin Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Intinya kriteria panglima pajak untuk bisa mencapai target APBN dibutuhkan kapasitas, loyalitas, networking yang kuat serta karir dan jabatan yang telah dibutktikan dengan keberhasilannya. Misalnya jika calonnya bekas Kakanwil pajak, kita telisik prestasinya apa," pungkas dia.

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan sebanyak Rp1.861,8 triliun di akhir tahun 2020. Angka ini lebih tinggi daripada outlook penerimaan pajak 2019 sebesar Rp1.643,1 triliun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amankah Penerimaan Pajak...
Amankah Penerimaan Pajak di 2023?
Target Pajak Tercapai,...
Target Pajak Tercapai, Isu Bonus Pegawai Pajak Menyeruak
Raup Pajak Rp4,63 Triliun,...
Raup Pajak Rp4,63 Triliun, DJP Terus Jaring Pelaku Usaha Digital
Penerimaan Pajak Tembus...
Penerimaan Pajak Tembus Rp868,3 Triliun di Semester I/2022
Ditjen Pajak Kumpulkan...
Ditjen Pajak Kumpulkan Penerimaan Pajak Rp491,903 Triliun dari Wajib Pajak Besar
12 Tahun Paceklik Pajak...
12 Tahun Paceklik Pajak Berakhir, Misbakhun Semangati Pegawai DJP
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved