Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan Harus Dibangun dengan Masif

Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:07 WIB
Pembangkit Listrik Berbasis...
Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan Harus Dibangun dengan Masif
A A A
JAKARTA - Dalam data BP Stastical Review 2019, Indonesia sudah seharusnya lebih masif mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Pasalnya bauran energi pembangkit listrik sejak 1998-2018 masih di dominasi energi primer yakni, batu bara.

British Petroleum (BP) mencatat, penggunaan batu bara meningkat sebesar 62 MTOE tahun lalu, atau tumbuh 7,7% di atas rata-rata pertumbuhan selama 2007-2017 dengan angka 4,7%. Peningkatan pertumbuhan penggunaan batu bara terjadi lantaran adanya peningkatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menyumbang 66% dari total peningkatan output di 2018.

Sementara pembangkit listrik dari energi terbarukan masih lambat misalnya, dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Padahal sumber energi tersebut sangat berlimpah di Indonesia. BP statistical review 2019 menyebutkan kontribusi energy terbarukan hanya 5,5% dari total pembangkit listrik yang ada di Indonesia pada 2018. Naik tipis dibandingkan tahun 2017 sebesar 5,3%.

Group Chief Economist BP Spencer Dale mengatakan, kondisi tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan India. Sebagai sesama negara berkembang India serius mengembangkan energi terbarukan. “Berbagai insentif diberikan untuk meningkatkan pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan. Bahkan komponen harga listrik berbasis tenaga surya sudah turun dan bersaing dengan batu bara. Itu belum terjadi di Indonesia,” ujar dia.

Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menekan terus mendorong PLN untuk meningkatkan bauran energi pembangkit listrik dengan energi terbarukan. Alasannya, selain meningkatkan penggunaan energi bersih dan menekan konsumsi minyak dan batu bara. “Saya sudah sampaikan kepada PLN untuk lebih terbuka, supaya lebih menerima pembangunan pembangkit listrik itu dari renewable,” ungkap Jonan.

Sambung Menteri ESDM mengatakan, PLN bebas membangun pembangkit listrik sendiri atau dengan Independent Power Producer (IPP) alias swasta. Jonan yakin dalam 5-10 tahun biaya pembangkit listrik berbasis energi terbarukan baik itu dari biomassa, tenaga surya, atau tenaga angin dapat lebih kompetitif dibandingkan energi fosil.

Selain itu, Jonan meminta PLN untuk mengubah target dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dari 4% penggunaan minyak diesel dalam 5 tahun menjadi 2%. “Saya sudah minta ke PLN untuk RUPTL ke depan itu minyak jangan 4% tapi jadi 2%. Caranya bikin hybrid misalnya PLTS dicampur mesin diesel daripada impor BBM,” kata dia.

Dia menandaskan, penggunaan energi bersih dengan harga terjangkau harus diperjuangkan yakni dengan cara menggunakan teknologi yang kompetitif. Selain itu dibarengi dengan insentif supaya pengembangan energi bersih mengalami peningkatan secara signifikan. “Kita negara khatulistiwa tapi tidak banyak PLTS. Solusinya bukan subsidi tapi menggunakan teknologi yang kompetitif,” ujar Menteri Jonan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen EBTKE Paparkan...
Dirjen EBTKE Paparkan Potensi PLTS Terapung di Jawa
Mempercepat EBT, PPI...
Mempercepat EBT, PPI Hadirkan Inovasi Baru Pembangkit Listrik
Insentif untuk Pelaku...
Insentif untuk Pelaku Usaha EBTKE Sedang Disiapkan Pemerintah
Ketentuan Pembangkit...
Ketentuan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Perlu Diatur di RUU EBT
Potensi Air Papua Dibidik...
Potensi Air Papua Dibidik Australia, Kementerian ESDM Godok Konsep REBID
Menguak Strategi PLN...
Menguak Strategi PLN dalam Mencapai Bauran EBT 23%
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
52 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved