Ekonomi Utama Asia Diproyeksi Melambat Melebihi Ekspektasi

Kamis, 24 Oktober 2019 - 15:41 WIB
Ekonomi Utama Asia Diproyeksi...
Ekonomi Utama Asia Diproyeksi Melambat Melebihi Ekspektasi
A A A
HONG KONG - Pertumbuhan ekonomi Asia diproyeksikan melambat melebihi ekspektasi, berdasarkan data terbaru Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Dalam Regional Economic Outlook, IMF menyebutkan ekonomi Asia bisa moderat sampai 5% di 2019 dan 5,1% pada 2020, dimana proyeksi tersebut lebih rendah dari April yakni 0,4% dan 0,3%.

Di antara prediksi yang terburuk untuk ekonomi utama Asia dengan perlambatan melebihi ekspektasi, Hong Kong yang sudah babak belur dihantam gelombang demo selama berbulan-bulan diramalkan akan tumbuh 0,3% tahun ini. Selanjutnya pada 2020 yakni 1,5% atau lebih rendah dari proyeksi awal yakni 2,4% dan 1,5%.

Chief Executive Carrie Lam mengatakan, bulan ini Hong Kong mulai memasuki resesi teknis. Hal ini merupakan dampak dari kerusuhan di Hong Kong sebagai salah satu risiko yang dapat mempengaruhi pertumbuhan wilayah tersebut. "Memburuknya situasi sosiopolitik, misalnya di Hong Kong... dapat memiliki spillovers ekonomi ke negara lain di wilayah ini dan di luar," ungkapnya.

Bahkan diperkirakan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan bisa jatuh hingga 2% tahun ini dan 2,2% di 2020. Sementara berdasarkan laporan IMF, perekonomian Singapura bisa tumbuh 0,5% tahun ini dan 1% di 2020 atau lebih rendah sebesar 1,8% dan 1,4% dari proyeksi sebelumnya.

Aktivitas regional, terutama sektor manufaktur telah tergerus. Sementara permintaan domestik masih baik, dan selanjutnya investasi dan perdagangan telah "melemah secara signifikan, dengan ekspor di pasar negara berkembang Asia menyusut sejak akhir 2018. Sebagian besar terseret oleh perdagangan regional yang lemah terutama dengan China, kata laporan itu.

Awal pekan ini, IMF telah memproyeksikan perekonomian China tumbuh di 5,8% tahun depan atau lebih lambat dari perkiraan 2019 sebelumnya 6,1%. "Risiko di wilayah Asia mencakup perlambatan yang lebih cepat daripada yang diperkirakan di China, pendalaman ketegangan regional seperti hubungan bilateral Jepang dan Korea, meningkatnya risiko geopolitik," kata laporan IMF.

Ini ditandai lebih banyak risiko eksternal, seperti meningkatnya ketegangan perdagangan AS dan China, dan "Gangguan negosiasi Brexit yang berlangsung hingga kini" dengan yang terakhir ditetapkan bakal lebih lamban.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Pemulihan China Jadi...
Pemulihan China Jadi Angin Segar ke Ekonomi Asia, IMF Wanti-wanti Krisis Perbankan Barat
Ketegangan Perdagangan...
Ketegangan Perdagangan Meningkat, IMF: Risiko pada Ekonomi Asia Bertambah
IMF Beri Peringatan,...
IMF Beri Peringatan, Perlambatan Ekonomi China Bisa Membahayakan Asia
IMF Pangkas Proyeksi...
IMF Pangkas Proyeksi PDB 3 Negara Ekonomi Utama Asia
IMF Wanti-wanti Soal...
IMF Wanti-wanti Soal Pembatasan, Tekan Pemulihan Ekonomi Asia Tenggara
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
16 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved