Peringkat Kemudahan Berbisnis Stagnan, Kemenkeu Klaim Ada Perbaikan

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 14:31 WIB
Peringkat Kemudahan...
Peringkat Kemudahan Berbisnis Stagnan, Kemenkeu Klaim Ada Perbaikan
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim telah melakukan beberapa perbaikan dalam mewujudkan kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EoDB) dengan banyak melakukan reformasi administrasi perpajakan. Hal ini menanggapi Laporan ease of doing business Bank Dunia 2020 yang menyebut tingkat kemudahan berusaha Indonesia stagnan di posisi ke-73 dari 190 negara di dunia.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal, Hidayat Amir mengatakan, meski secara peringkat sama tapi skor EoDB Indonesia naik dari 67,96 menjadi 69,6. Artinya, ada perbaikan dari indikator-indikator EoDB ini. "Tidak stagnan sebenarnya dari sisi peringkat, ada indikator yang membaik," ujar Hidayat Amir di Jakarta.

Sambung dia melanjutkan, selain melakukan reformasi perizinan, Kementerian Keuangan juga sudah mempersingkat pengurusan izin khusus perpajakan. Lebih lanjut diterangkan telah memangkas aturan yang berbelit dimana dari 43 perizinan perpajakan dipangkas menjadi 23 izin.

"Banyak yang sudah membaik, misalnya proses administrasi pajak sudah berkurang drastis dari 43 ke 23, pajak meningkat, time untuk memenuhi aktivitas perpajakan juga meningkat. Sangat baik, memang yang di OSS sudah jalan," ucapnya.

Menurutnya ada lima perbaikan perizinan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Perbaikan tersebut dilakukan lewat digitalisasi izin memulai bisnis (starting business), pembayaran pajak (paying taxes), perdagangan lintas negara (trading access borders), penegakan kontrak (enforcing contract).

Selain itu, Bank Dunia juga mencatat adanya peningkatan pada akses listrik (getting electricity). Hal ini didorong oleh peningkatan pasokan listrik sehingga pelaku usaha bisa memperoleh akses listrik lebih cepat.

Namun, karena kenaikan skor Indonesia kalah cepat dengan negara-negara lain sehingga membuat peringkat RI tidak berubah. Oleh karenanya, menurut dia harus dilakukan evaluasi agar dapat memperbaiki hal tersebut.

"Sebetulnya kalau saya memahami kelihatannya pemerintah sudah identifikasi. Itu adalah area-area yang perlu didorong reformnya. Area SDM, infrastruktur itu reformasi sektoral yang perlu didorong," tutur dia.

Sejumlah indikator kemudahan berbisnis di Indonesia yang masih tertinggal di antaranya memulai berbisnis (peringkat 140). Dari sisi waktu, Indonesia (13 hari) sebenarnya lebih cepat daripada Vietnam (16 hari) dan Malaysia (17 hari). Namun, jumlah prosedurnya masih lebih banyak (11 jenis) daripada Vietnam (8 jenis) atau Thailand (5 jenis).

Selain itu, rangking Indonesia untuk izin berkaitan dengan pendirian bangunan (dealing with construction permits) juga masih di bawah (peringkat 110). Hal ini akibat masih banyaknya prosedur (18 jenis), sehingga berdampak pada lamanya proses izin (200 hari) dan biaya.

Aspek lainnya yang masih menyulitkan pelaku usaha yaitu pendaftaran properti (peringkat 106), pembayaran pajak (peringkat 81), perdagangan lintas negara (peringkat 116), dan penegakan kontrak (139).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadirkan Kemudahan Berusaha...
Hadirkan Kemudahan Berusaha Melalui Transformasi Digital, Kementerian PANRB Gandeng Kadin
Kemenkeu Perluas 11...
Kemenkeu Perluas 11 Sektor Usaha Dapat Kemudahan Pajak
Indonesia Juaranya Soal...
Indonesia Juaranya Soal Negara Paling Ribet untuk Berbisnis
Kemudahan Usaha Keok...
Kemudahan Usaha Keok Lawan Negara Tetangga, Menkeu: Diagnosanya Perlu UU Ciptaker
Implementasi UU Ciptaker,...
Implementasi UU Ciptaker, Jerry: Kemendag Selesaikan 2 PP Kemudahan Izin Berusaha
Tingkatkan Kemudahan...
Tingkatkan Kemudahan Berusaha, Kementerian ESDM Luncurkan Formulir Standar Spesifik UKL/UPL Kegiatan Usaha Migas
Berita Terkini
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
52 menit yang lalu
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
1 jam yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
1 jam yang lalu
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
1 jam yang lalu
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
1 jam yang lalu
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
2 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved