Sri Mulyani Sebut Pembiayaan APBN dari Utang Naik di Akhir 2019

Senin, 04 November 2019 - 21:51 WIB
Sri Mulyani Sebut Pembiayaan...
Sri Mulyani Sebut Pembiayaan APBN dari Utang Naik di Akhir 2019
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memperkirakan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang berasal dari utang hingga akhir tahun akan mengalami kenaikan dari yang ditargetkan.

Sri Mulyani memperkirakan pembiayaan utang hingga akhir 2019 mencapai Rp373,9 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan 4,06% dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp359,3 triliun.

"Tingkat rasio utang Indonesia dibanding negara-negara lainnya, bahkan negara maju cukup baik dan rendah. Rasio ini akan kami jaga supaya reputasi dan keberlanjutan APBN terjaga," ujar Sri Mulyani di Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Meski utang bertambah, ia menegaskan bahwa pemerintah kedepannya akan terus mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian. Prinsip tersebut bahkan telah membuat imbal hasil (yield) dari Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mengalami penurunan dari 16% menjadi 6,6%.

Adapun total pembayaran bunga utang tercatat tetap naik dari tahun 2018 yang sebesar Rp258 triliun menjadi Rp276,1 triliun di tahun 2019.

"Dari pengelolaan utang yang hati-hati dan selalu kami jaga, dari sisi level maupun pertumbuhannya, pembayaran bunga utang telah turun, dilihat dari perkembangan yield SBN tenor 10 tahun Indonesia," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Arah Belanja Tahun Depan yang Tembus Rp3.304 Triliun
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Sri Mulyani Berpikir...
Sri Mulyani Berpikir Keras Biar Generasi Muda Paham APBN
Kejar Pendapatan Negara...
Kejar Pendapatan Negara Rp2.463 Triliun di RAPBN 2023, Sri Mulyani Didukung DPR
Biar Enggak Resesi,...
Biar Enggak Resesi, Sri Mulyani Kebut Belanja Pemerintah
Berita Terkini
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
24 menit yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
10 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
10 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
10 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
11 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
11 jam yang lalu
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved