Dolar AS Tertahan Hari Veteran, Rupiah Rebound ke Rp14.056

Selasa, 12 November 2019 - 10:51 WIB
Dolar AS Tertahan Hari...
Dolar AS Tertahan Hari Veteran, Rupiah Rebound ke Rp14.056
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengambil untung dari penutupan pasar obligasi Amerika Serikat karena merayakan Hari Veteran. Data Bloomberg mencatat rupiah pada Selasa (12/11/2019), dibuka rebound dengan menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.056 per USD, dibandingkan penutupan Senin lalu di Rp14.067 per USD.

Senada, data Yahoo Finance pada Selasa ini dibuka menguat 3 poin atau 0,02% menjadi Rp14.055 per USD, dibanding penutupan Senin kemarin di Rp14.058 per USD.

Namun penguatan rupiah di pasar spot berbeda dengan data acuan Bank Indonesia. Bank sentral mematok kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Selasa ini di Rp14.059 per USD, terdepresiasi 19 poin dari level Rp14.040 per USD pada Senin kemarin.

Rupiah menguat merespon kenaikan mayoritas mata uang kawasan Asia. Adapun pelemahan dolar AS selain penutupan pasar obligasi yang menjadi acuan, juga kenaikan poundsterling Inggris di perdagangan Asia.

Melansir dari Reuters, poundsterling Inggris menguat ke level tertinggi enam bulan terhadap euro dan naik 1% terhadap dolar AS, karena data ekonomi Inggris pada kuartal III 2019 berkembang 0,3%.

Hal ini ditambah dengan prospek parlemen dalam pemilihan umum di Inggris. Menjelang pemilihan 12 Desember, pemimpin Partai Brexit Nigel Farage mengatakan akan menantang politikus anti-Brexit. Farage dianggap sebagai kelompok deal Brexit, dimana Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan.

"Dolar AS tertahan karena pasar obligasi AS tutup karena Hari Veteran sehingga pergerakan poundsterling Inggris menjadi terkenal pada hari ini," kata Ayako Sera, ahli strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank.

Mengutip dari CNBC, indeks USD melawan enam mata uang utama berada di level 98,237, lebih rendah dari posisi level 98,3 pada sesi kemarin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
23 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
47 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved