15 Negara Bikin Kesepakatan Perdagangan Terbesar di Dunia, AS Tidak Diajak

Selasa, 12 November 2019 - 11:59 WIB
15 Negara Bikin Kesepakatan...
15 Negara Bikin Kesepakatan Perdagangan Terbesar di Dunia, AS Tidak Diajak
A A A
SINGAPURA - Setelah lebih dari enam tahun negosiasi, sebanyak 15 negara di Asia Pasifik kini sepakat untuk menandatangani perjanjian perdagangan terbesar di dunia pada tahun 2020.

Melansir dari CNBC, Selasa (12/11/2019), kesepakatan 15 negara ini disebut Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Kelompok ini terdiri dari 10 negara ASEAN yaitu: Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Laos. Dan lima mitra dagang utama: China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Jika ditotal, jumlah penduduk 15 negara ini hampir sepertiga dari populasi dunia dan produk domestik bruto global. RCEP lebih besar dari blok perdagangan regional seperti Uni Eropa atau USMCA (Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada).

Sebelumnya, RCEP dimulai dengan 16 negara. Tetapi India memutuskan keluar dan tidak bergaung dengan pakta perdagangan ini karena dinilai merugikan produsen lokal negara mereka.

RCEP diluncurkan pada November 2012 di Phnom Penh, Kamboja, sebagai inisiatif ASEAN untuk mendorong perdagangan diantara negara-negara anggota dan mitra dagang utama Asia Pasifik.

Dalam RCEP, mereka akan mendorong perdagangan lintas grup dengan menurunkan tarif, standarisasi aturan dan prosedur bea cukai, memperluas akses pasar terutama diantara negara-negara yang tidak memiliki kesepakatan perdagangan yang ada.

Menariknya, RCEP tidak mengajak Amerika Serikat. Banyak pengamat mengatakan RCEP sebagai cara Beijing untuk melawan pengaruh Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik. RCEP akan mendorong untuk melawan proteksionisme yang dilakukan oleh AS.

Secara khusus, perang dagang AS dan China telah merugikan banyak eksportir Asia, dimana mereka mengalami penurunan permintaan atas barang-barang mereka sehingga memperlambat pertumbuhan perusahaan.

Saat ini, RCEP memasuki tahap akhir yaitu perampungan teks dan perincian perjanjian dagang dan tinjauan hukumnya, sebelum diteken dan dirilis.

Para analis mengatakan RCEP akan bermanfaat bagi perdagangan barang karena semakin mengurangi tarif pada banyak produk. Direktur Eksekutif di Asian Trade Center, Deborah Elms, mengatakan RCEP akan membantu produsen Asia untuk menjual lebih banyak produk mereka ke seluruh wilayah Asia Pasifik.

"Bahkan RCEP akan membantu rantai pasokan negara-negara anggota RCEP untuk mengekspor barang di luar blok mereka," ujarnya kepada Reuters.

Namun, RCEP dianggap tidak memiliki kualitas seperti Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Karena RCEP tidak memiliki panggilan untuk komitmen dari negara-negara anggota dalam melindungi hak-hak pekerja dan lingkungan.

Deborah menambahkan, mundurnya India bisa semakin membuat China kuat. Anggapan ini diperkuat oleh analisas Eurasia Group, yang mengatakan Jepang menganggap partisipasi New Delhi sangat penting.

"Partisipasi India sangat penting karena memiliki kekuatan ekonomi dan sebagai penyeimbang lain bagi China," tulis Eurasia Group. Apalagi India adalah negara ekonomi terbesar ketiga di Asia setelah China dan Jepang.

"Tanpa India, RCEP akan menjadi kurang signifikan. Tapi akan jalan lebih lancar dalam mencapai tujuan implementasinya (China)," tulis The Economist Intelligence Unit.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RCEP Masuki Babak Akhir,...
RCEP Masuki Babak Akhir, Wamendag Pastikan Kepentingan Nasional Terakomodasi
RCEP Akan Membuat Investasi...
RCEP Akan Membuat Investasi ke Indonesia Terdongkrak 20%
China-ASEAN Expo Buka...
China-ASEAN Expo Buka Jalan Kerja Sama di Sektor Ekonomi Digital
Diskusi Golkar Dihadiri...
Diskusi Golkar Dihadiri Airlangga, Pakar: Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN
Momen Tepat, Wamendag...
Momen Tepat, Wamendag Ajak Kebut Penyelesaian RCEP
Indonesia Dorong Penguatan...
Indonesia Dorong Penguatan Institusi dan Peran Sentral RCEP di Pertemuan Leaders' Summit
Berita Terkini
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
9 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
27 menit yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
52 menit yang lalu
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
1 jam yang lalu
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved