Harga Minyak Naik Karena Harapan Pembatasan Produksi dari OPEC

Jum'at, 15 November 2019 - 11:25 WIB
Harga Minyak Naik Karena...
Harga Minyak Naik Karena Harapan Pembatasan Produksi dari OPEC
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah membukukan kenaikan pada Jumat (15/11/2019), dimana pasar berharap OPEC untuk mempertahankan pembatasan produksi minyak. OPEC dan sekutu utamanya Rusia akan membahas kebijakan tentang produksi pada Desember mendatang di Markas Besar OPEC, Wina, Austria.

Selain harapan terhadap OPEC, pasar juga optimis bahwa Amerika Serikat dan China dapat kembali ke meja perundingan, seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi global. Ini diperkuat dengan sinyal dari penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, bahwa kedua negara "semakin dekat" dalam kesepakatan.

Melansir dari Reuters, optimis ini membuat harga minyak mentah Brent International naik 30 sen atau 0,5% menjadi USD62,58 per barel pada pukul 01.47 GMT, setelah turun 9 sen pada Kamis lalu.

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) bertambah 29 sen atau 0,5% menjadi USD57,06 per barel, setelah jatuh 0,6% pada sesi sebelumnya.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memberi kabar bahwa permintaan minyak akan turun pada tahun depan. Kabar ini mendukung pandangan pasar agar OPEC bersama Rusia, OPEC+ mempertahankan pembatasan produksi untuk mengatasi kelebihan pasokan.

OPEC+ sejak 1 Januari telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, dan sejak Juli pertengahan tahun, aliansi ini memperbarui pakta tersebut hingga Maret 2020.

"Pasar energi akan terus terpaku pada OPEC+ dan persaingan dagang Amerika Serikat dan China. Harga minyak akan tergantung dari ini, mengalahkan situasi di Hong Kong saat ini, dimana Beijing terus mengirim banyak pasukan," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda di Tokyo, Jepang.

Situasi geopolitik di Hong Kong telah berlangsung berlarut-larut, dimana bentrokan antara demonstran dan polisi semakin memanas pada pekan ini. Presiden China Xi Jinping mengatakan pada Kamis kemarin, China akan menghentikan kekerasan dengan cara-cara "tegas".
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
34 menit yang lalu
Purbaya Bakal Menemui...
Purbaya Bakal Menemui Pejabat BI usai Perry Warjiyo Mundur
1 jam yang lalu
Memahami Tugas Gubernur...
Memahami Tugas Gubernur BI dan Wewenangnya di Bank Indonesia
1 jam yang lalu
Tumbuh Bersama Danantara,...
Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Catatkan Rekor Performa Positif Separuh Pertama 2026
2 jam yang lalu
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
2 jam yang lalu
Independensi BI Dipertaruhkan...
Independensi BI Dipertaruhkan dalam Pemilihan Gubernur Baru
3 jam yang lalu
Infografis
AS Terus Lanjutkan Penjajahan...
AS Terus Lanjutkan Penjajahan di Suriah karena Kuasai 90% Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved