Indonesia-Malaysia Bersatu Tingkatkan Posisi Kelapa Sawit di Mata Dunia

Selasa, 19 November 2019 - 23:03 WIB
Indonesia-Malaysia Bersatu...
Indonesia-Malaysia Bersatu Tingkatkan Posisi Kelapa Sawit di Mata Dunia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan Dewan Negara Produsen Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) di Malaysia. Pertemuan The 2nd Ministeral Meeting of Palm Oil Producing Countries ini merupakan undangan dari Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad.

Airlangga mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan bilateral yang erat dan terus meningkatkan kerja sama perdagangan untuk sektor kelapa sawit dalam beberapa waktu terakhir.

"Saat ini terdapat 4 negara yang akan bergabung dalam keanggotaan CPOPC, setelah Indonesia dan Malaysia, yakni Papua New Guinea, Honduras, Ghana dan Kolombia. Sehingga penambahan keanggotaan ini diharapkan akan meningkat posisi CPOPC di mata dunia," terang Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Dia melanjutkan Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program B20. Saat ini, Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mengimplementasikan program mandatori B30 pada awal tahun 2020. Kebijakan ini telah meningkatkan harga minyak kelapa sawit di atas USD600 per ton.

"Kita berencana melakukan penyatuan standarisasi kelapa sawit yang berkelanjutan yang dimiliki oleh Indonesia (ISPO-Indonesian Sustainable Palm Oil) dan Malaysia (MSPO-Malaysian Sustainable Palm Oil) di tahun 2020," katanya.

Sementara itu, komitmen Malaysia untuk mengimplementasikan mandatori B20 pada 2020 mendapat apresiasi dari Menko Perekonomian sehingga diharapkan mampu meningkatkan harga minyak kelapa sawit di dunia yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan di tingkat petani dan pekebun rakyat.

"Kita mendukung terhadap penerapan mandatori B30 di Indonesia dan berharap Malaysia dapat mengikuti langkah Indonesia tersebut," katanya.

Selain itu, PM Malaysia menyatakan persetujuannya terhadap langkah penyatuan standar keberlangsungan kelapa sawit sehingga sinergitas program antara Indonesia dan Malaysia semakin baik dan daya saing pekebun meningkat.

"Kita akan melakukan pembatasan penambahan luas areal kelapa sawit di Malaysia dan akan fokus pada peningkatan produktifitas (yield) dari petani. Dalam upaya meningkatkan produktifitas, Mahathir mendorong diintensifkannya kegiatan R&D utamanya dalam pengembangan produk hilir kelapa sawit sehingga nilai tambah produk akan meningkat," jelasnya.

Dia menambahkan untuk meningkatkan kerjasama dalam hal membangun strategi dalam upaya memperbaiki harga pada level yang lebih baik. Malaysia dan Indonesia perlu melanjutkan langkah-langkah konkrit dalam upaya menghadapi kampanye negatif terhadap kelapa sawit, termasuk upaya litigasi di forum WTO.

"Untuk melawan kampanye negatif terhadap kelapa sawit, komitmen pengalokasian sumber daya yang memadai sangatlah diperlukan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Tersedia November 2020,...
Tersedia November 2020, Ini Tiga Produsen Pemasok Vaksin COVID-19 ke Indonesia
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Luhut Sebut Indonesia...
Luhut Sebut Indonesia Negara Tujuan Investasi Nomor 4 di Dunia
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
Berita Terkini
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
58 menit yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
1 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
1 jam yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
3 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
3 jam yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved