Industri Dalam Negeri Didorong Investasi di Bidang Pertahanan

Rabu, 20 November 2019 - 15:48 WIB
Industri Dalam Negeri...
Industri Dalam Negeri Didorong Investasi di Bidang Pertahanan
A A A
BANDUNG - Industri dalam negeri diyakini telah mempunyai kemampuan untuk memproduksi peralatan pertahanan yang tidak kalah dengan buatan luar negeri sehingga mampu menekan impor alutsista. Salah satunya adalah PT. Hariff Daya Tunggal Engineering (PT HDTE) sebuah perusahaan industri nasional yang membuat produk inovasi teknologi dan telekomunikasi dalam bidang pertahanan.

“Kami di komisi I sangat mendukung anak-anak bangsa yang berkiprah dalam industri pertahanan dan kami juga tidak setuju jika Alutsista yang kita gunakan semuanya impor,” jelas Utut Ardianto dalam kunjungan Kerja Komisi I DPR RI.

Menurutnya sudah 74 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak yang meragukan kemampuan bangsa Indonesia. Padahal ternyata jika diberikan kesempatan industri dalam negeri mampu memproduksi peralatan yang tidak kalah dengan buatan luar negeri. “Hari ini saya lihat sendiri, karya yang membanggakan dari produk dalam negeri,” tutur Utut.

Lebih lanjut Ia menekankan, pihaknya ingin agar industri dalam negeri juga ikut berkiprah dalam bidang pertahanan, yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan, di bawah Prabowo Subianto. “Dalam rapat dengan Kementerian Pertahanan, Prabowo menyampaikan kondisi pertahanan kita yang masih harus dibenahi. Lalu dengan anggaran Rp131 triliun sebenarnya masih kecil, karena besarnya kebutuhan pertahanan yang akan dibangun,” paparnya.

Dari penjelasan Prabowo tersebut komisi 1 DPR RI memahami bahwa masalah pertahanan bukanlah central of cost, namun masalah investasi. “Karena kita tidak tahu kapan akan perang, jadi kita harus menyiapkan diri semaksimal mungkin. Kapanpun kita harus siap,” tambah Utut.

DPR diterangkan olehnya sangat mendukung konsep pertahanan yang dikembangkan oleh pemerintah. Komisi I DPR RI ingin agar produksi dalam negeri juga diberikan kesempatan dalam investasi di bidang pertahanan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Hariff Daya Tunggal Engineering Budi Permana menyampaikan, jika PT Hariff DTE punya pengalaman panjang dalam produk telekomunikasi dan teknologi dalam bidang pertahanan. “Sudah 35 tahun kami membuat produk-produk telekomunikasi dan inovasi teknologi,” ungkap Budi.

Salah satu produk yang menjadi unggulan yakni Battlefield Management System (BMS) dan sudah terpasang di 300 kendaraan tempur Angkatan Darat. Untuk produk ini sudah diakui oleh Kementerian Perindustian (Kemenperin) Indonesia, dengan penghargaan produk rintisan teknologi tahun 2018.

Menurutnya ke depan pihaknya sangat konsen untuk mengembangkan BMS untuk infanteri. “Jadi alat komunikasi yang digunakan oleh pasukan tempur, untuk berkomunikasi dan mengetahui posisi masing-masing personil tempur,” terang dia.

Selain itu PT Hariff juga sedang menyiapkan platform dalam bidang telekomunikasi Jaringan Aman Mandiri untuk penyelenggara negara. “Kami sangat konsern dalam bidang keamanan data/cyber security, karena potensi serangan cyber terhadap pemerintah sangat tinggi, kebocoran data dan sebagainya. Sehingga diperlukan jaringan khusus yang aman dan mandiri untuk menangkal serangan tersebut,” jelasnya.

PT Hariff Daya Tunggal Engineering merupakan Perusahaan yang berbasis di Bandung yangsejak tahun 2014 sudah mengembangkan system komunikasi jaringan aman dan mandiri dengan protocol dan system enkripsi buatan sendiri. PT Hariff ini 100% dikembangkan oleh putera-putera terbaik dalam negeri yang sudah menghasilkan berbagai produk teknologi telekomunikasi tingkat tinggi.

Jaringan Aman Mandiri (JAM) yang dirancang oleh PT Hariff DTE, akan dikembangkan secara khusus dan terpadu untuk kepentingan negara dengan tingkat kehandalan dan keamanan yang tinggi. Dengan menggunakan jaringan pita lebar atau broad band 28 atau 26. Jaringan ini terbebas dari kemungkinan untuk diserang, karena menggunakan hardware, software dan brainware dalam negeri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT NKRI Pastikan Kemandirian...
PT NKRI Pastikan Kemandirian Industri Pertahanan akan Berdampak Positif bagi Ekonomi
Defend ID Sebut Kinerja...
Defend ID Sebut Kinerja Industri Pertahanan Dalam Negeri Tahun 2023 Positif
Fase Indah untuk BUMN...
Fase Indah untuk BUMN Inhan Indonesia
Keterbatasan Modal dan...
Keterbatasan Modal dan Investasi, Defend ID Pede Masuk Top 90 Perusahaan Pertahanan Dunia
Holding BUMN Pertahanan...
Holding BUMN Pertahanan Terbentuk, Ini Daftar 10 Program Prioritas Defend ID
Jokowi Luncurkan Holding...
Jokowi Luncurkan Holding dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
2 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
3 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
3 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved