GWM Turun, Airlangga Sebut Bisa Tingkatkan Likuiditas Keuangan

Kamis, 21 November 2019 - 22:35 WIB
GWM Turun, Airlangga...
GWM Turun, Airlangga Sebut Bisa Tingkatkan Likuiditas Keuangan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps, sehingga masing-masing menjadi 5,5% dan 4,0%, dengan GWM rerata masing-masing tetap sebesar 3,0%. Keputusan ini berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

Menanggapi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresi langkah penurunan GWM yang dilakukan BI dalam upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan.

"Kami mengapresiasi penurunan GWM yang dilakukan BI dalam upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan ini ini ditempuh untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Strategi operasi moneter juga terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," katanya.

Adapun, penurunan untuk menggairahkan Dana Pihak Ketiga yang masih menyulitkan dari perbankan. Likuiditas secara umum tidak ada masalah akan tetapi distribusi likuiditas di BUKU I, II dan III ada kekurangan dana karena persaingan Dana Pihak Ketiga.

Sambung Perry, instrumen bauran kebijakan Bank Indonesia lainnya juga terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Turunkan GWM Rupiah,...
Turunkan GWM Rupiah, BI: Likuiditas Nambah Rp117 Triliun
BI Resmi Keluarkan Aturan...
BI Resmi Keluarkan Aturan GWM Rupiah dan Valas
BI Perpanjang Insentif...
BI Perpanjang Insentif Giro Wajib Minimum untuk Perbankan
Gubernur BI Minta Perbankan...
Gubernur BI Minta Perbankan Tingkatkan Pembelian SBN
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Berita Terkini
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
30 menit yang lalu
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
54 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
2 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved