Sri Mulyani Merasa Disentil Oleh Surat Cinta Mendikbud Nadiem Makarim

Kamis, 28 November 2019 - 18:23 WIB
Sri Mulyani Merasa Disentil...
Sri Mulyani Merasa Disentil Oleh Surat Cinta Mendikbud Nadiem Makarim
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merasa disentil oleh pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada hari guru nasional. Pasalnya dalam pidato tersebut terselip fakta bahwa guru saat ini juga ternyata harus dibebankan oleh pertanggungjawaban keuangan.

"Bicara kreativitas, inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Saya lihat surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban keuangan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat agar terkena (merasa) disentil," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dia pun mengaku langsung memforward surat cinta Nadiem Makarim yang sempat viral tersebut kepada bawahannya. Tujuannya agar membuat laporan pertanggung jawaban yang lebih simpel sehingga mempermudah para guru. “Jadi surat cintanya Mas Nadiem saya forward ke anak buah saya, bahwa menteri yang baru minta pertanggungjawaban itu harus sederhana," ucapnya.

Menurutnya APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) seharusnya menjadi stimulus untuk mempercepat kinerja. Bukan justru sebaliknya yang malah menghambat dan justru memperlambat kinerja. Sri Mulyani menekankan, yang menjadi poin baginya adalah APBN bisa meningkatkan produktivitas.

"Kita menggunakan resources dari sisi belanja, bagaimana Rp2.540 triliun (APBN yang akan dibelanjakan tahun 2020) itu addressing the issue bukan menambah masalah, itu untuk pendidikan, kesehatan, untuk infrastruktur, meningkatkan skill, memperbaiki regulasi, jadi jangan sampai APBN menambah regulasi,” ungkap mantan Direktur Bank Dunia itu.

Oleh karena itu Sri Mulyani menginginkan agar proses pelaporan pertanggung jawaban bisa dilakukan sesimpel mungkin. Misalnya dengan menggunakan teknologi yang mana saat ini semuanya sudah bergeser ke arah digital. "Teknologi mungkin juga bisa mempermudah, dari sent menjadi delivered, tanpa harus menimbulkan beban," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Sri Mulyani Pastikan...
Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif
Naik, Jokowi Siapkan...
Naik, Jokowi Siapkan Anggaran Pendidikan Rp660 Triliun
Besaran Anggaran Pendidikan...
Besaran Anggaran Pendidikan Indonesia Tahun ke Tahun, Ini Alokasinya di 2024
Berita Terkini
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
37 menit yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
1 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved