Serap 3.500 Tenaga Kerja, Rencana Investasi Hyundai Tertuju ke Bekasi

Jum'at, 29 November 2019 - 03:14 WIB
Serap 3.500 Tenaga Kerja,...
Serap 3.500 Tenaga Kerja, Rencana Investasi Hyundai Tertuju ke Bekasi
A A A
BUSAN - Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan, bahwa rencana investasi sebesar USD1,5 miliar yang akan dilakukan Hyundai bakal tertuju untuk pabrik di Bekasi, Jawa Barat akan berlanjut. Investasi tersebut disebutkan juga bakal mampu menyerap hingga 3.500 tenaga kerja.

“Sesuai keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar tetapi juga basis produksi. Kedua belah pihak bersama-sama ingin mengembangkan dan memproduksi kendaraan dengan model baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen Asia dan Australia,” kata Luhut.

Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakini investasi Hyundai Motor ke Indonesia senilai USD1,5 miliar atau setara Rp21,8 triliun akan memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian Indonesia.

“Penyerapan 3.500 tenaga kerja dan pengambangan pusat pelatihan, penelitian, dan pengembangan mobil listrik,” kata Bahlil kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company, Ulsan, Korea Selatan (Korsel), beberapa waktu lalu.

Agar manfaat tersebut dapat lebih maksimal, Kepala BKPM akan meminta kepada pihak Hyundai agar dalam berproduksi memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri dan bekerja sama dengan pengusaha lokal.

“Seperti menggunakan bahan baterai dari Morowali, ban karet dari dalam negeri, sehingga nantinya semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia menggunakan bahan dari dalam negeri,” kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi Hyundai Motor di Indonesia akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu periode 2019-2021 dan selanjutnya 2022-2030. Menurutnya Hyundai akan memulai produksinya pada 2021 dengan kapasitas 70.000-250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik ke depannya.

"Pada tahap pertama, Hyundai akan fokus pada investasi pembuatan pabrik mobil dan akan mengekspor sedikitnya 50 persen dari total fase produksinya. Pada tahap kedua pada pengembangan pabrik mobil listrik, dan 70 persen produksinya akan diekspor,” jelas Bahlil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Singapura Sumber Investasi...
Singapura Sumber Investasi Asing Terbanyak di Indonesia
Punya 5 Jurus Andalan,...
Punya 5 Jurus Andalan, BKPM: Kami Kawal Sampai Investasi Dieksekusi
Negaranya Boleh Aja...
Negaranya Boleh Aja Resesi, Tapi Belanda Tetap Gacor Soal Investasi di RI
Dubes Dipersilahkan...
Dubes Dipersilahkan Cari Investor, BKPM Siap Mengawal
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret
Tingkatkan Investasi...
Tingkatkan Investasi Asing, BKPM Gandeng Bank DBS Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
3 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
3 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
3 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
4 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
4 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved