Menko Luhut: Infrastruktur Pendukung Terus Dibangun Dukung Kebijakan Mobil Listrik

Minggu, 01 Desember 2019 - 08:31 WIB
Menko Luhut: Infrastruktur...
Menko Luhut: Infrastruktur Pendukung Terus Dibangun Dukung Kebijakan Mobil Listrik
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan menegaskan, Indonesia akan terus membangun infrastruktur pendukung untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Hal itu diungkapkan Luhut kepada para pimpinan pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen (VW) di kantor pusatnya di Hannover, Jumat (29/11) lalu.

Menko Luhut yang didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia serta Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno pada kesempatan itu diterima jajaran pimpinan perusahaan yang dipimpin Dirk Große-Loheide Board Member for Procurement at Volkswagen. Pada pertemuan tersebut, VW mengungkapkan bahwa mengembangkan mobil elektrik adalah salah satu visi mereka di masa depan.

Namun, di hadapan Menko Luhut, Dirk mengungkapan bahwa VW belum menjual produk mobil listriknya ke Indonesia karena Indonesia dinilai belum siap dari sisi infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan stasiun pengisi daya. Menanggapi hal itu, Luhut pun merespons dengan mengatakan bahwa perusahaan energi milik negara, PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) telah mulai membangun stasiun pengisi daya listrik, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah tempat di Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang, Bali, dan Bandung.

"Saat ini kami sedang terus mengembangkan infrastruktur pendukung dalam rangka menyediakan infrastruktur bagi kendaraan bermotor berbasis baterai, sesuai dengan Perpres (Peraturan Presiden) No 55 tahun 2019," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (1/12/2019).

PLN, kata Luhut, menargetkan pemasangan 160 titik charging station kendaraan listrik pada tahun 2020. Sedangkan Pertamina sejauh ini sudah mendirikan empat stasiun pengisi daya listrik. Semua itu menurutnya dilakukan karena Indonesia saat ini lebih memilih teknologi ramah lingkungan dan tidak mahal.

Terkait dengan itu, kata Luhut, Indonesia melarang ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020. Hal itu menegaskan komitmen Indonesia untuk mulai mengembangkan industri kendaraan bermotor listrik, di mana hilirisasi nikel menjadi langkah awal bagi negara ini untuk menjadi pemain berkelas dunia.

"Dengan membangun smelter di dalam negeri, saya yakin Indonesia bisa jadi pemain kelas dunia karena ikut berperan dalam menentukan harga dunia," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tiru Thailand dan Vietnam,...
Tiru Thailand dan Vietnam, Luhut Sebut Insentif Kendaraan Listrik Akan Dievaluasi
Alamak! Luhut Bakal...
Alamak! Luhut Bakal Batasi Penggunaan Kendaraan Berbasis BBM
Kita Akan Jadi Pemain...
Kita Akan Jadi Pemain Penting di Industri Mobil Listrik
Subsidi BBM Bikin Boncos,...
Subsidi BBM Bikin Boncos, Luhut Minta Kendaraan yang Minum Bensin Dibatasi Penjualannya
Soal Investasi Mobil...
Soal Investasi Mobil Listrik: Tak Ada Tesla, Ford pun Jadi
Sepi Peminat, Insentif...
Sepi Peminat, Insentif Kendaraan Listrik Akan Dievaluasi
Berita Terkini
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
10 menit yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
35 menit yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
1 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
1 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
1 jam yang lalu
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
2 jam yang lalu
Infografis
Lokasi Stasiun Pengisian...
Lokasi Stasiun Pengisian Baterai Mobil Listrik di Tol Trans jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved