Airlangga: Memperbaiki Neraca Perdagangan Tidak Bisa Instan

Senin, 16 Desember 2019 - 20:14 WIB
Airlangga: Memperbaiki...
Airlangga: Memperbaiki Neraca Perdagangan Tidak Bisa Instan
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 mengalami defisit USD1,33 miliar. Secara kumulatif, periode Januari-November 2019, neraca dagang mengalami defisit hingga USD3,11 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan memperbaiki neraca dagang dari defisit ke surplus, bukan perkara mudah. Dia menegaskan bahwa membuat neraca dagang menjadi surplus tidak bisa secara instan.

"Ya ini (neraca dagang) kan enggak bisa instan. Menaikkan lifting (migas) enggak bisa instan. Mengurangi impor tak bisa instan, membangun pabrik juga butuh waktu. Demikian pula untuk mengubah ke produksi, juga butuh waktu," terang Airlangga di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Meski demikian, Airlangga mengatakan, pemerintah terus mencoba memperbaiki impor migas yang terus membuat neraca dagang tekor. Pemerintah terus menekankan penerapan B30 agar impor migas bisa ditekan.

"(Impor) migas masih berkontribusi (terhadap defisit neraca dagang), dan sektor non migas (ekspor) tidak cukup untuk menutupi. Karena itu, program yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi (impor) migas itu dengan meningkatkan lifting, plus implementasi B30 di tahun depan, kita juga punya program untuk mengurangi BBM dengan produksi B100," jelasnya.

Namun, untuk menerapkan B100 ini membutuhkan waktu hingga 3 tahun, sehingga defisit migas tidak menyumbang pada neraca perdagangan. Baca: Neraca Dagang November 2019 Defisit USD1,33 Miliar

"Termasuk kajian dari green avtur dan finalisasi kilang TPPI untuk mengurangi impor petrokimia. Nah, ini semuanya tidak bisa instan. Memakan waktu hingga 3 tahun. Jadi target dari pak Presiden, dalam tiga tahun, neraca dagang akan segera membaik," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Surplus Neraca Dagang...
Surplus Neraca Dagang jadi Sinyal Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi
Efek Kebijakan Ekonomi...
Efek Kebijakan Ekonomi Gas & Rem, Menko Airlangga: Surplus Perdagangan RI Melonjak
Surplus Perdagangan...
Surplus Perdagangan Berlanjut pada Januari 2022, Prospek Kinerja Ekspor-Impor Kian Solid
Neraca Perdagangan Kembali...
Neraca Perdagangan Kembali Surplus Tunjukkan Penguatan Fundamental Ekonomi
Menko Airlangga: Stranas...
Menko Airlangga: Stranas PK Strategi Pencegahan Korupsi Ekspor Impor
Nilai Ekspor Indonesia...
Nilai Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved