Luhut Sebut PTA Bilateral Bisa Dongkrak Perdagangan RI-Tanzania

Rabu, 18 Desember 2019 - 13:03 WIB
Luhut Sebut PTA Bilateral...
Luhut Sebut PTA Bilateral Bisa Dongkrak Perdagangan RI-Tanzania
A A A
JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam lawatannya ke Tanzania bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja, Transportasi, dan Komunikasi Tanzania Isack Mawelwe. Dalam pertemuan itu, Luhut menyatakan bahwa masih banyak ruang untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tanzania.

“Indonesia berpenduduk 270 juta jiwa, jadi merupakan pasar besar untuk Tanzania bila ingin investasi,” kata Luhut dalam keterangannya, Selasa (17/12/2019).

Luhut mengungkapkan, antara tahun 2014-2018 terdapat tren positif dalam pertumbuhan perdagangan, yaitu sekitar 11%. "Namun, ada penurunan 22% pada periode Januari-September 2019, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Luhut menuturkan salah satu cara efektif untuk merangsang perdagangan kedua negara adalah mengurangi hambatan perdagangan tarif melalui pembentukan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).

“Jika mungkin, Indonesia ingin mengusulkan untuk membangun PTA bilateral dengan Tanzania. Saya juga mencatat bahwa Tanzania adalah anggota Komunitas Afrika Timur (EAC),” tuturnya.

Adapun, sejak 2017 Indonesia telah mengusulkan untuk membuat PTA antara Indonesia dan EAC. Dukungan Tanzania akan sangat berarti, khususnya untuk menugaskan pejabat masing-masing untuk mengadakan diskusi pendahuluan tentang masalah ini.

Kunjungan kerja kali ini juga menghasilkan kesepakatan pertemuan lanjutan dialog antara Tanzania-Indonesia pada Februari 2020 untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
AS Jegal Wakil Afrika...
AS 'Jegal' Wakil Afrika di Bursa Bos Organisasi Perdagangan Dunia
Praktik Perdagangan...
Praktik Perdagangan China Mendapat Kecaman Keras
Lewat Sektor Perdagangan,...
Lewat Sektor Perdagangan, Kemendag Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Ladang Cuan! Asia-Afrika...
Ladang Cuan! Asia-Afrika Diramal jadi Pusat Pertumbuhan Dunia di 2040
Olymp Trade Meluncurkan...
Olymp Trade Meluncurkan Harga Perdagangan Saham
Pandemi Tak Buat Mendag...
Pandemi Tak Buat Mendag Gentar, Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition 2020 Meluncur
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
48 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved