Ekonom BNI Perkirakan BI Bakal Tahan Suku Bunga

Kamis, 19 Desember 2019 - 06:12 WIB
Ekonom BNI Perkirakan...
Ekonom BNI Perkirakan BI Bakal Tahan Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Jelang pengumuman suku bunga acuan, Bank Indonesia (BI) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5%. Begitu pula dengan Lending Facility dan Depocit Facility. Hal ini mempertimbangkan bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang tidak akan menurunkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) hingga akhir tahun.

"BI kemungkinan besar menahan suku bunga, mempertimbangkan kecenderungan bank-bank sentral negara lain yang menahan suku bunga hingga akhir tahun," ujar Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Ryan menambahkan, selain itu, BI mempertahankan suku bunga dengan mempertimbangkan inflasi yang diperkirakan tetap terkendali di jangkar BI, yaitu 3,5% plus minus 1%, dimana realisasi hingga akhir tahun ini diperkirakan relatif rendah (3,2%).

Juga mempertimbangkan realisasi suku bunga perbankan yang sudah bergerak turun (berkisar 50 bps) mengikuti arah BI rate di tahun berjalan ini (turun 100 bps), ditambah posisicadangan devisa sebesar USD126,7 miliar.

"Untuk menjaga kebijakan moneter yang tetap akomodatif demi menjaga momentum pertumbuhan (growth over stability), mempertimbangkan kebijakan makroprudensial (kombinasi relaksasi GWM dan LTV) yang juga akomodatif, maka pilihan terbaik pada RDG BI pada Kamis besok adalah mempertahankan BI-7DRR tetap di level 5%," jelasnya.

Pertimbangan lainnya adalah untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya, terutama dolar Amerika Serikat, ditengah mulai meredanya faktor eksternal (perang dagang, Brexit, risiko geopolitik) yang semakin kondusif terhadap perekonomian Indonesia di 2020.

"Jadi langkah BI selama ini sudah ahead the curve dan pre-emptive terhadap faktor risiko sehingga sudah saatnya BI tetap menahan diri untuk tidak menurunkan BI-7DRR karena efek penurunan BI-7DRR dan relaksasi kebijakan makroprudensial yang ditetapkan sebelumnya masih berlangsung," katanya

Ryan melanjutkan, demikian halnya dengan Deposit Facility dan Lending Facility, pun sebaiknya tetap bertahan di level sekarang ini.

"Harus dipahami pula bahwa The Fed sudah memberikan sinyal untuk tidak lagi melanjutkan penurunan suku bunga acuan. Kalau pun FFR akan turun, mungkin di kuartal I atau kuartal II tahun 2020," jelasnya.

Penahanan suku bunga ini dapat memberikan ruang bagi perbankan untuk meningkatkan ekspansi kreditnya seiring dengan melonggarnya likuiditas bank karena ada dorongan dari relaksasi GWM dan percepatan belanja barang dan modal oleh pemerintah (Kementerian/Lembaga) di kuartal IV 2019. Sehingga momentum pertumbuhan ekonomi tetap bisa dilanjutkan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
BI dan The Fed Pangkas...
BI dan The Fed Pangkas Suku Bunga, Perbankan Kapan?
The Fed Bawa Angin Segar,...
The Fed Bawa Angin Segar, Suku Bunga BI Bisa Turun
BI Ungkap Alasan Naikkan...
BI Ungkap Alasan Naikkan Suku Bunga Acuan 6,25%
BI Disarankan Tak Terlalu...
BI Disarankan Tak Terlalu Agresif Saat Naikkan Suku Bunga
BI dan The Fed Diprediksi...
BI dan The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga hingga Juni 2024
Berita Terkini
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
22 menit yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
12 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
12 jam yang lalu
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
12 jam yang lalu
Infografis
Stop Ekspor Suku Cadang...
Stop Ekspor Suku Cadang Jet Tempur Siluman F-35 ke Israel!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved