Menko Perekonomian Minta OJK Percepat Penurunan Suku Bunga
Sabtu, 21 Desember 2019 - 14:24 WIB
Menko Perekonomian Minta OJK Percepat Penurunan Suku Bunga
A
A
A
JAKARTA - Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mendorong perbankan mempercepat penurunan suku bunga kreditnya. Penurunan bunga kredit dinilai wajar setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali dan terakhir berada di angka 5%.
"Jadi, kami sudah sampaikan ke OJK, untuk transmisinya dipercepat, agar penurununan suku bunganya dipercepat," ujar Airlangga di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).
Dia pun membeberkan penyebab melambatnya pertumbuhan kredit perbankan di 2019. Salah satunya adalah, perlambatan tersebut dikarenakan rata-rata bunga korporasi yang masih tinggi, di angka 10,7%. "Spread dari 5% ke 10,7% itu tidak mendorong kredit tumbuh. Dan ini salah satu persoalan itu tidak support pertumbuhan kredit," tegasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit hingga Oktober 2019 mengalami perlambatan di level 6,53% (yoy) dibandingkan bulan September yang mencapai 7,89%. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2019 sebesar 6,29% (yoy), juga menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 7,47%.
"Jadi, kami sudah sampaikan ke OJK, untuk transmisinya dipercepat, agar penurununan suku bunganya dipercepat," ujar Airlangga di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).
Dia pun membeberkan penyebab melambatnya pertumbuhan kredit perbankan di 2019. Salah satunya adalah, perlambatan tersebut dikarenakan rata-rata bunga korporasi yang masih tinggi, di angka 10,7%. "Spread dari 5% ke 10,7% itu tidak mendorong kredit tumbuh. Dan ini salah satu persoalan itu tidak support pertumbuhan kredit," tegasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit hingga Oktober 2019 mengalami perlambatan di level 6,53% (yoy) dibandingkan bulan September yang mencapai 7,89%. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2019 sebesar 6,29% (yoy), juga menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 7,47%.
(fjo)
Lihat Juga :