alexametrics

Pupuk Indonesia Konsisten Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam aktivitas bisnisnya, serta menjunjung budaya anti korupsi untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

Komitmen tersebut ditunjukan dengan berhasilnya Pupuk Indonesia mendapat Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016. Sertifikat SMAP diserahkan oleh Presiden Direktur PT Amerika Sistem Registrasi Internasional (ASRICERT) Indonesia, Hasnop Putra kepada Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Imam Apriyanto Putro dan Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia Winardi di Jakarta. Turut hadir Direktur Investasi Pupuk Indonesia, Gusrizal.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan, sertifikasi ini diharapkan dapat mendukung Perseroan untuk mampu mencegah dan mengendalikan potensi-potensi fraud yang sekiranya dapat terjadi. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnis dengan selalu mengedepankan prinsip perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).



"Pupuk Indonesia berkomitmen untuk dapat selalu menjalankan aktivitas bisnis yang didukung oleh manajemen risiko, pengendalian internal, serta menjalankan prinsip-prinsip GCG secara konsisten," kata Wijaya, dalam keterangan resmi, Sabtu (21/12/2019).

Wijaya menerangkan, Pupuk Indonesia telah menerapkan sejumlah program manajemen yang terintegrasi, baik dalam hal pengelolaan risiko, kepatuhan, antifraud, hingga antipenyuapan. Sejak 2018, Pupuk Indonesia telah menerapkan Fraud Control System yang bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka menggalakkan kampanye Budaya Anti Gratifikasi di lingkungan perusahaan dan anak perusahaan.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga tengah mengembangkan inisiatif meningkatkan pelayanannya kepada publik melalui penerapan aplikasi terintegrasi sejak dari produsen, distributor, hingga kios, serta mendukung penerapan kartu tani.

"Ke depan, kami akan terus menggenjot inovasi dalam rangka penguatan fungsi risk management dan penguatan fungsi sebagai BUMN pupuk yang mendukung penuh program ketahanan pangan," tutur Wijaya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top