Ekspansi Ekonomi AS Buat USD Balik Menekan, Rupiah Tertahan di Rp13.978

Senin, 23 Desember 2019 - 17:24 WIB
Ekspansi Ekonomi AS...
Ekspansi Ekonomi AS Buat USD Balik Menekan, Rupiah Tertahan di Rp13.978
A A A
JAKARTA - Laju rupiah untuk mencetak keuntungan lima hari beruntun harus tertahan. Ekspansi ekonomi Amerika Serikat membuat dolar AS (USD) kembali menguat, mendekati level tertinggi dua minggu. Pemerintah AS melansir pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 mencapai 2,1%, lebih tinggi dari kuartal II sebesar 2%.

Melansir dari data Bloomberg, Senin (23/12/2019), rupiah di pasar spot pun terpaksa turun tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.978 per USD, berbanding Jumat akhir pekan lalu di Rp13.977 per USD. Sesi pembukaan, rupiah sempat menguat 12 poin ke Rp13.965 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.965-Rp14.002 per USD.

Yahoo Finance mencatat mata uang kecintaan kita, rupiah, tertekan 5 poin atau 0,03% menjadi Rp13.975 per USD, dibanding posisi Rp13.970 per USD pada Jumat pekan lalu. Senin ini, rupiah ditransaksikan di Rp13.950-14.021 per USD.

Mengutip dari Reuters, dolar AS bergerak rebound diuntungkan oleh data perekonomian negara Donald Trump yang ekspansif. Pertumbuhan ekonomi AS berada di jalur positif, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat.

Perekonomian AS yang kuat dibawah kepemimpinan Trump, membuat dolar AS mendapat keuntungan, selain statusnya sebagai mata uang safe haven saat ketidakpastian ekonomi global.

"Hasil ekonomi AS membuat dolar menjadi mata uang paling menarik, disaat mata uang lainnya berada di volatilitas rendah," analisa Mitsubishi UFJ Financial Group. Sepanjang tahun ini, dolar AS telah menunjukkan kenaikan 1,5%.

Dan perdagangan Senin ini, indeks USD naik 0,1% ke level 97,611 terhadap enam mata uang utama lainnya, mendekati level tertinggi pada 6 Desember lalu.

Dolar juga mendapat dukungan setelah Washington dan Beijing mencapai kesepakatan perdagangan sementara di akhir Desember ini. China mengatakan pada Senin ini akan menurunkan tarif terhadap 850 produk AS, mulai dari daging babi beku hingga semikonduktor, yang mulai berlaku 1 Januari mendatang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sejumlah Sentimen Positif...
Sejumlah Sentimen Positif Ini Dorong Penguatan Rupiah
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Beban Sejarah Defisit...
Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Berita Terkini
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
22 menit yang lalu
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
34 menit yang lalu
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
1 jam yang lalu
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
1 jam yang lalu
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
1 jam yang lalu
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved