Dana Pungutan Sawit Diinvetasi ke Surat Utang

Jum'at, 27 Desember 2019 - 12:08 WIB
Dana Pungutan Sawit...
Dana Pungutan Sawit Diinvetasi ke Surat Utang
A A A
JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan, perangkat regulasi telah siap seiring dengan rencana lembaga tersebut untuk memperluas kelolaan dana pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) pada instrumen investasi produktif, yakni Surat Utang Negara (SUN) pada 2020.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan(Kemenkeu) dalam mempersiapkan proses bisnis, pengelolaan manajemen risiko, dan infrastruktur lain yang dibutuhkan untuk menjaga pelaksanaan investasi tersebut selalu tertib administrasi dan hukum.

“Saat ini seluruh perangkat regulasi dan proses bisnis telah siap untuk melaksanakan investasi tersebut,” kata Dono melalui keterangan tertulis di Jakarta kemarin.

Dono menjelaskan, BPDPKS telah mengantongi persetujuan alokasi untuk investasi jangka panjang dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian selaku Komite Pengarah BPDPKS.

Sehubungan dengan waktu pelaksanaan dan jumlah investasinya, Dono menjelaskan, pihaknya terus memantau situasi pasar termasuk berkoordinasi dengan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu terkait peluang investasipada Surat Utang Negara.

Selama ini dana pungutan ekspor sawit yang dikelola BPDPKS ditempatkan pada instrumen deposito di bank-bank BUMN. Besaran alokasi dana yang akan diinvestasikan ke dalam Surat Utang Negara pada 2020 sebesar Rp2 triliun.

Menurut Dono, penempatan dana pada instrumen SUN dilakukan untuk meningkatkan hasil pengelolaan dana serta untuk meningkatkan keberlanjutan dana sawit dengan mengembangkan sumber selain pungutan yang selama ini menjadi sumber pendapatan terbesar dan utama institusi tersebut.

Sebagai catatan, realisasi hasil pengelolaan dana BPDPKS selalu mengalami peningkatan sejak 2015. Pada 2019 realisasi pengelolaan dana BPDPKS mencapai Rp1,37 triliun atau naik sebesar 33% dibandingkan dengan realisasi 2018 sebesar Rp1,03 triliun.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 61/2015, tugas dari BPDPKS adalah melakukan penghimpunan dana, pengelolaan dana, dan penyaluran dana sesuai dengan program yang ditetapkan oleh kementerian dan lembaga terkait.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin mempertanyakan penyaluran dana pungutan kelapa sawit yang dihimpun oleh BPDPKS. “Dana yang disalurkan ke mana saja, selain disalurkan kepada pekebun sawit karena dananya cukup besar. Yang saya tahu itu dipakai untuk pengembangan biodiesel dan diserahkan kepada swasta,” katanya.

Hasan Aminuddin menginginkan dana tersebut tidak disalurkan ke korporasi besar saja, tetapi porsi untuk ke petani agar ditambah. Pasalnya, tanaman sawit milik petani yang sudah tua dan perlu direplanting jumlahnya sangat banyak.Menurut dia, saat ini sudah ada beberapa kelompok masyarakat petani sawit plasma dan koperasi yang telah menerima bantuan untuk replanting dari bantuan BPDPKS. Namun, lanjut politisi dari Partai NasDem itu, dari sisi jumlahnya dan porsinya dinilai masih belum terlalu optimal.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya ada porsi dan keberpihakan yang lebih besar kepada kelompok petani atau koperasi. “Data yang masuk ke kami, itu masih sedikit sekali BPDPKS yang diberi bantuan replanting dari dana kompensasi sawit,” jelasnya. (Sudarsono/Ant)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sawit Aset Negara Harus...
Sawit Aset Negara Harus Dijaga! TNI Jalankan Arahan Presiden
Harga TBS Ambruk, Petani...
Harga TBS Ambruk, Petani Sawit Kirim Surat Terbuka ke Jokowi
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Menyambangi Perkebunan...
Menyambangi Perkebunan Musim Mas di Riau, Melihat Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Limbah
Optimalkan Layanan Transaksi...
Optimalkan Layanan Transaksi SBN, BCA Sabet 3 Penghargaan dari Kementerian Keuangan
BPDPKS Gaet AII Lakukan...
BPDPKS Gaet AII Lakukan Valuasi dan Komersialisasi Teknologi Hasil Riset Kelapa Sawit
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
32 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved