Utang Membengkak Dalam 5 Tahun, Pemerintah Didorong Perbaiki Tata Kelola

Jum'at, 27 Desember 2019 - 22:05 WIB
Utang Membengkak Dalam...
Utang Membengkak Dalam 5 Tahun, Pemerintah Didorong Perbaiki Tata Kelola
A A A
JAKARTA - Tren utang pemerintah yang terus bertambah, diingatkan oleh Fadli Zon harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola. Menurutnya, utang bisa dianggap baik jika digunakan untuk menstimulus kegiatan perekonomian. Namun jika utang dilakukan untuk membayar utang maka itu jelas merusak neraca anggaran. Itu sebabnya Pemerintah harus segera memperbaiki tata kelola utang.

"Kalau kita lihat data, per 30 November 2019, jumlah utang Pemerintah mencapai Rp4.814 triliun. Jika dibandingkan posisi utang pada akhir 2014, dalam lima tahun terakhir utang kita bertambah sebanyak Rp2.205 triliun. Rasio utang terhadap PDB juga terus meningkat. Lima tahun lalu posisinya masih 24,74 persen. Kini, posisinya sudah berada di angka 30,03 persen,” katanya dalam catatan akhir tahun bidang ekonomi 2019 dengan tema Hadapi Resesi, Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Prioritas Pembangunan, Jumat (27/12/2019).

Sebagai catatan, kata anggota Komisi I DPR ini, selama 10 tahun berkuasa, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya menambah utang Rp1.399 triliun. Jumlah tersebut terbagi menjadi utang periode pertama (2004-2009) sebesar Rp291 triliun dan utang periode kedua (2009-2014) sebesar Rp1.108 triliun.

"Dan meskipun jumlah utangnya meningkat, namun pemerintahan Presiden SBY berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB dari semula 56,5 persen (2004) menjadi tinggal 24,7 persen (2014),” paparnya.

Tekanan utang terhadap APBN bisa dilihat dari terus turunnya proporsi belanja modal Pemerintah yang terjadi sejak 2016 lalu. Pada 2018, proporsi belanja modal masih berada di angka 14,02 persen. Namun tahun ini angkanya turun tinggal 11,59 persen saja. Penurunan ini menunjukkan kemampuan Pemerintah dalam menstimulus pembangunan terus-menerus menurun.

Menghadapi gelombang resesi global, kata Fadli Zon, mau tidak mau Pemerintah harus merasionalisasi ulang agenda-agenda pembangunan tahun depan. Agenda-agenda tidak masuk akal yang cenderung membebani APBN atau merugikan keuangan BUMN sebaiknya dievaluasi kembali.

Sebagai gambaran, saat ini defisit anggaran terhadap PDB sudah mencapai 2,3%, padahal target defisit APBN 2019 hanya 1,84% terhadap PDB. Jika Pemerintah tidak bisa merasionalkan agenda prioritas pembangunan, risikonya adalah jumlah utang akan terus membengkak. Padahal, saat ini pembayaran bunga utang telah memberikan tekanan yang besar bagi APBN kita.

"Porsinya juga terus-menerus meningkat. Tahun lalu, porsi pembayaran bunga utang ada di angka 16,41 persen. Tahun ini, angkanya meningkat menjadi 16,88 persen. Peningkatan porsi pembayaran bunga utang ini telah membuat ruang gerak Pemerintah kian terbatas,” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Punya Utang Rp7.849...
Punya Utang Rp7.849 Triliun, Kemenkeu Sebut Indonesia Sekarang Lebih Merdeka
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Pemerintah Optimistis...
Pemerintah Optimistis Bisa Kembalikan Rasio Utang ke Bawah 30 Persen
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Politisi Gerindra: Beban...
Politisi Gerindra: Beban Utang Besar Bisa Bahayakan Kedaulatan NKRI
Paman Sam Punya Utang...
'Paman Sam' Punya Utang Rp400.000 Triliun, Bisa Bayar Nggak ya?
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
1 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
1 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
1 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
2 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved