OOG Bujuk Pertamina Buka Lagi Dialog Kerja Sama Proyek Kilang Bontang

Selasa, 31 Desember 2019 - 16:29 WIB
OOG Bujuk Pertamina...
OOG Bujuk Pertamina Buka Lagi Dialog Kerja Sama Proyek Kilang Bontang
A A A
JAKARTA - Perusahaan migas asal Oman, Overseas Oil and Gas (OOG) menegaskan keinginannya menjaga hubungan baik dengan PT Pertamina (Persero) terkait proyek pembangunan Kilang Bontang. OOG berharap ada respons positif untuk masa depan terkait perjanjian kerja sama.

Hal itu ditegaskan melalui surat resmi yang disampaikan kepada PT Pertamina pada Selasa, (31/12/2019). Adapun isi surat yang disampaikan OOG adalah keinginan mempertegas komitmen sekaligus keseriusan dalam kerja sama pembangunan kilang minyak dan petrokimia bersama Pertamina.

"Kami ingin meluruskan hal-hal yang masih belum dikomunikasikan dengan baik. Agar kegiatan dan persiapan yang sudah dilakukan dan dikerjakan beberapa tahun ini dapat dilanjutkan. Jadi kami berharap komunikasi ini dapat dibuka kembali dan berjalan dengan baik. Itu inti surat yang kami sampaikan kepada Pertamina," kata Direktur OOG Ruddy Bagindo di Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Ruddy berharap Pertamina bisa melanjutkan dialog dengan pihaknya sehingga kerja sama bisa berlangsung kembali. Hal ini, kata dia, mengingat sudah banyak pekerjaan yang dilakukan antara OOG dan Pertamina.

Selain itu, Pertamina dan OOG sudah menjalin komitmen menjalankan pembangunan proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru di Bontang. Komitmen yang dilakukan Desember 2018, ini ditandai dalam suatu perjanjian Framework agreement antara kedua perusahaan untuk membangun kilang berkapasitas 300.000 barel/hari dan Petrokimia di Bontang, Kalimantan Timur.

"Dalam surat ini, OOG berharap kepada Pertamina dan juga pemerintah Indonesia dapat membuka kembali ruang dialog dan dapat meneruskan kerja sama ini. Sehingga tujuan pemerintah Indonesia untuk menekan impor bahan bakar minyak dan petrochemical bisa terwujud," ujar Ruddy.

Peran OOG, kata Ruddy, tentu untuk meningkatkan hubungan antara Pemerintahan Kerajaan Oman dengan Indonesia terutama dalam bentuk kerja sama pembangunan kilang. Sehingga itikad baik dengan menyampaikan surat resmi diharapkan bisa mendapat jawaban positif dari Pertamina.

"Kami masih menunggu tanggapan dari Pertamina, jadi kami tidak ingin berandai-andai. Kami masih punya harapan bahwa Pertamina memberikan tanggapan yang positif," kata Ruddy.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditinggal Partner, Pertamina...
Ditinggal Partner, Pertamina Putuskan Tunda Proyek Kilang Bontang
Langkah Strategis Pertamina...
Langkah Strategis Pertamina Melanjutkan Bangun Kilang
Integrasi Infrastruktur...
Integrasi Infrastruktur Subholding Gas Pertamina di ORF Tambak Lorok, Berikan Jaminan Perluasan Manfaat Gas Bumi di Jateng
Pertamina Targetkan...
Pertamina Targetkan TKDN Proyek RDMP Cilacap hingga 50%
Megaproyek Kilang Nasional...
Megaproyek Kilang Nasional Diyakini Bisa Selesai Tepat Waktu
Pertamina Pastikan Pembangunan...
Pertamina Pastikan Pembangunan Kilang RDMP Cilacap Tetap Jalan
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
9 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
19 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
21 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
39 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved