AS-Iran Tegang, Harga Emas Terbang Tinggi Sejak 2013

Selasa, 07 Januari 2020 - 07:32 WIB
AS-Iran Tegang, Harga...
AS-Iran Tegang, Harga Emas Terbang Tinggi Sejak 2013
A A A
NEW YORK - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam kurun tujuh tahun pada penutupan dagang Senin, dimana investor memburu aset safe haven ditengah menegangnya Amerika Serikat dan Iran.

Melansir dari CNBC, Selasa (7/1/2019), harga emas ditutup naik 1% ke level USD1.590,90 per ons. Ini merupakan level tertinggi logam mulia sejak 2 April 2013, ketika itu diperdagangkan di level USD1.604,30 per ons. Harga emas telah naik sembilan hari berturut-turut.

"Harga emas terus bullish dan bisa mengarah lebih tinggi di hari-hari berikutnya," terang Mark Newton, pengelola Newton Advisors. Bahkan dirinya memprediksi harga emas akan mencapai USD1.650 hingga USD1.700 per ons di akhir bulan Januari ini.

Harga emas gemilang dalam dua sesi terakhir setelah Presiden AS Donald Trump mengesahkan pembunuhan terhadap jenderal top Iran, Qasem Soleimani di Bandara Baghdad. Pada Jumat pekan lalu, harga emas menguat 1,6% merespon berita kematian jenderal Iran.

"Pembunuhan Soleimani telah meningkatkan risiko geopolitik karena ia adalah tokoh terkenal di Iran. Orang-orang Iran sekarang sedang butuh waktu untuk langkah selanjutnya. Jika mereka memutuskan membalas, aset berisiko akan mendapat tekanan dan aset safe haven akan terus menguat," ujar Keith Lerner, kepala strategi pasar di SunTrust Private Wealth.

Investor pun telah beralih ke emas karena logam mulia dipandang sebagai lindung nilai yang aman saat terhadi volatilitas pasar dan ketegangan geopolitik.

"Kami menemukan lonjakan emas sangat tinggi dalam ketegangan geopolitik ini, dan telah menurunkan beberapa nilai mata uang. Ini paling sering terjadi saat perang atau eskalasi militer. Oleh karena itu, ketegangan AS-Iran dapat lebih meningkatkan harga emas," ujar Jeff Currie, kepala penelitian komoditas di Goldman Sachs.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Antam Meredup...
Harga Emas Antam Meredup Meski Konflik Iran-Israel Memanas
Emas Bangkit Lagi, Didorong...
Emas Bangkit Lagi, Didorong Pelemahan Dolar AS dan Panas Dingin AS-Iran
AS dan Iran Tegang Lagi,...
AS dan Iran Tegang Lagi, Harga Emas Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram Minggu Depan
Ketakutan Resesi AS...
Ketakutan Resesi AS dan Perang Timur Tengah Mengangkat Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Harga Minyak Naik Hampir...
Harga Minyak Naik Hampir 3% Dihantam Konflik Israel-Iran, Bagaimana Respons AS?
Iran Balas Serangan...
Iran Balas Serangan Israel, Harga Emas Antam Meroket Tembus Rp1.960.000
Berita Terkini
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
34 menit yang lalu
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
1 jam yang lalu
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
1 jam yang lalu
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
2 jam yang lalu
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
2 jam yang lalu
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved