Gagal Bayar Jiwasraya Dibongkar BPK Akibat Saham Gorengan, Kerugian Rp10,4 T

Rabu, 08 Januari 2020 - 16:49 WIB
Gagal Bayar Jiwasraya...
Gagal Bayar Jiwasraya Dibongkar BPK Akibat Saham Gorengan, Kerugian Rp10,4 T
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membeberkan beberapa temuan dari kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero), yang diakibatkan karena menginvestasikan produk JS Saving Plan ke saham-saham berkualitas rendah. Akibat saham gorengan hingga terkait reksa dana saham, indikasi kerugian Jiwasraya bisa mencapai Rp10,4 triliun.

Diterangkan oleh Ketua BPK Agung Firman bahwa Jiwasraya ikut dalam jual beli saham 'gorengan', dimana ikut dalam negosiasi harga saham. Padahal sebagai investor, Jiwasraya tak memiliki hak untuk menentukan harga saham.

"Jual beli dilakukan dengan pihak tertentu secara negosiasi agar bisa memperoleh harga tertentu yang diinginkan. Terindikasi dilakukan oleh pihak-pihak yang terafiliasi dan diduga dilakukan dengan merekayasa harga sehingga harga jual beli tidak mencerminkan harga yang sebenarnya," ungkap Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Kantor BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Saham-saham tersebut antara lain PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Bank BJB Tbk (BJBR) dan PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk. (SMRU), PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) serta MIREK. Agung menuturkan, indikasi kerugian sementara atas permainan saham tersebut sekitar Rp 4 triliun.
(Baca Juga: Penyelamatan Jiwasraya, Awas Kasus Bank Century Terulang )
Selanjutnya, hasil yang diperoleh dari investasi saham tersebut diduga disembunyikan oleh pihak Jiwasraya dan Manajer Investasi pada beberapa instrumen reksa dana yang juga berkualitas rendah. Pada posisi 30 Juli 2018, Jiwasraya memiliki 28 produk reksa dana yang mayoritas penempatannya di saham (reksa dana saham). "Dari 28 produk reksadana Jiwasraya, setidaknya ada 20 produk reksadana dengan kepemilikan di atas 90%," paparnya.

"Pihak-pihak yang terkait adalah pihak internal Jiwasraya, pada tingkat direksi dan general manager, serta pihak lain di luar Jiwasraya. Indikasi kerugian sementara terkait reksa dana saham diperkirakan sekitar Rp 6,4 triliun," tutur Agung.

Agung menerangkan bahwa reksadana tersebut sebagian besar adalah reksadana dengan underline saham berkualitas rendah dan tidak liquid. "Dalam investasi reksadana, kami menemukan beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh AJS," lanjutnya.

Penyimpangan tersebut antara lain, analisis Manajer Investasi (MI) dari Jiwasraya dalam rencana subscription reksadana tidak dilakukan secara memadai dan diduga dibuat secara proforma agar manajer investasi terlihat seolah-olah memiliki kinerja yang baik sehingga dapat dipilih oleh Jiwasraya untuk menempatkan investasi.

"Investasi reksadana memiliki underline saham-saham dan MTM berkualitas rendah dan transaksi pada saham saham tersebut diindikasika dilakukan pihak pihak yang terafiliasi. Di antara saham-saham dan MTM pada reksa dana tersebut adalah merupakan arahan dari PT AJS yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh PT AJS selaku investor," jelas Agung.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPK Tegaskan Tak Ada...
BPK Tegaskan Tak Ada Rekomendasi Tutup Asuransi Jiwasraya
Menkeu Minta Asabri...
Menkeu Minta Asabri dan Jiwasraya Lakukan Pemeriksaan Keuangan 2020
Ngeri, BPK Akan Lacak...
Ngeri, BPK Akan Lacak Aliran Dana Mencurigakan di Jiwasraya
Intip Laporan Keuangan...
Intip Laporan Keuangan Jiwasraya Tahun Lalu, Kinerja Minus dan Strategi Baru
BPK Ungkap Jiwasraya...
BPK Ungkap Jiwasraya Rugikan Negara Capai Rp18,1 Triliun
BPK Akan Audit Investigasi...
BPK Akan Audit Investigasi Kementerian BUMN Terkait Kasus Jiwasraya
Berita Terkini
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
1 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
1 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
1 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
2 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
2 jam yang lalu
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved