Neraca Dagang Diprediksi Tetap Tertekan di Tengah Perlambatan Global
Kamis, 09 Januari 2020 - 22:23 WIB
Neraca Dagang Diprediksi Tetap Tertekan di Tengah Perlambatan Global
A
A
A
JAKARTA - Neraca perdagangan diprediksi masih akan tertekan di tengah perlambatan global yang sedikit banyak mempengaruhi permintaan, hingga akhirnya berdampak negatif terhadap Indonesia. Ditambah harga komoditas yang masih akan rendah bakal menyulitkan Indonesia mendorong ekspor.
"Neraca perdagangan akan tetap tertekan. Meski demikian bukan berarti indonesia tidak punya harapan," kata Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Menurut dia, perekonomian Indonesia tidak bergantung kepada kondisi global. "Share net ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi kita relatif kecil," ujarnya.
Sementara kontribusi konsumsi Rumah Tangga dan investasi mencapai 80%. Artinya meskipun global terpuruk, namun Indonesia masih bisa memacu pertumbuhan ekonomi dengan fokus memperbaiki konsumsi RT dan investasi.
Proyeksi world bank sebesar 2,5% terhadap pertumbuhan ekonomi global, sedikit turun dari 2.7%. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya dimana proyeksi pertumbuhan global terus turun dari 3% menjadi 2,7% dan sekarang menjadi 2,5%.
Piter menuturkan, penurunan ini dikarenakan world bank melihat perdagangan dan investasi global belum akan membaik pada tahun 2020 disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi. "Apalagi jika mempertimbangkan kondisi terakhir di Timur Tengah. Perlambatan ekonomi global tentu saja akan berdampak negatif terhadap Indonesia," ungkap dia.
"Neraca perdagangan akan tetap tertekan. Meski demikian bukan berarti indonesia tidak punya harapan," kata Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Menurut dia, perekonomian Indonesia tidak bergantung kepada kondisi global. "Share net ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi kita relatif kecil," ujarnya.
Sementara kontribusi konsumsi Rumah Tangga dan investasi mencapai 80%. Artinya meskipun global terpuruk, namun Indonesia masih bisa memacu pertumbuhan ekonomi dengan fokus memperbaiki konsumsi RT dan investasi.
Proyeksi world bank sebesar 2,5% terhadap pertumbuhan ekonomi global, sedikit turun dari 2.7%. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya dimana proyeksi pertumbuhan global terus turun dari 3% menjadi 2,7% dan sekarang menjadi 2,5%.
Piter menuturkan, penurunan ini dikarenakan world bank melihat perdagangan dan investasi global belum akan membaik pada tahun 2020 disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi. "Apalagi jika mempertimbangkan kondisi terakhir di Timur Tengah. Perlambatan ekonomi global tentu saja akan berdampak negatif terhadap Indonesia," ungkap dia.
(akr)
Lihat Juga :