Pengusaha Abu Dhabi Jadikan Indonesia Hub Investasi di ASEAN

Senin, 13 Januari 2020 - 19:39 WIB
Pengusaha Abu Dhabi...
Pengusaha Abu Dhabi Jadikan Indonesia Hub Investasi di ASEAN
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berjumpa sejumlah CEO dan investor di Emirates Palace Hotel, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (12/1).

Salah satunya, Bahlil menerima Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi. Keduanya mendiskusikan tentang potensi Indonesia untuk dijadikan hub investasi di Asia Tenggara.

"Kepada Kepala BKPM, Jameel bilang akan menjadikan Indonesia sebagai hub dari investasinya di Asia Tenggara atau ASEAN," ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo di Abu Dhabi, dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Senin (13/1/2020).

Rizal mengatakan, Masdar merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) berbasis di Abu Dhabi, UEA, yang aktif berinvestasi di berbagai negara. "Melihat potensi Indonesia sangat besar dan diyakinkan oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Masdar akan menjadikan Indonesia sebagai hub investasinya di ASEAN," ungkap Rizal.

Rizal mengatakan, selama ini hanya Singapura dan Malaysia menjadi tempat transit atau hub dana-dana investasi unlimited dari Timur Tengah. "Setelah diyakinkan Kepala BKPM, Masdar tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi mereka. Tapi juga akan menjadikan Indonesia sebagai hub investasinya ke negara-negara lain di ASEAN. Atau bisa dikatakan dia mau Singapura-kan Indonesia," tuturnya.

Sebagai langkah awal kehadirannya di Indonesia, Masdar akan bermitra dengan cucu usaha PT PLN (Persero) yakni PJB membangun PLTS Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat. Pembangkit ini akan menjadi salah satu PLTS terbesar di ASEAN.

Tak hanya menjadikan hub, Jameel juga akan mengajak mitra-mitra dan investor rekanannya dari seluruh dunia untuk masuk ke Indonesia. "Kami sendiri rasakan kemudahan dan kecepatan pelayanan berinvestasi di Indonesia setelah Instruksi Presiden No.7/2019. Kami punya rekan-rekan investor sampai ke Karibia sekalipun," ujar Jameel.

Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, para investor yang telah berjumpa dengan Kepala BKPM sepakat memulai dan meningkatkan investasinya di Indonesia menyusul kian membaiknya kebijakan pemerintah akhir-akhir ini guna mempercepat realisasi investasi.

"Intinya investor lihat Pak Kepala BKPM ini gerakannya cepat. Inpres No. 7/2019 tiba-tiba sudah ditangan. Investor juga ditangani secara langsung," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret
Negaranya Boleh Aja...
Negaranya Boleh Aja Resesi, Tapi Belanda Tetap Gacor Soal Investasi di RI
Pesan Lahan di Batang,...
Pesan Lahan di Batang, Tiga Perusahaan Asing Siap Investasi di RI
Investasi Asing di RI...
Investasi Asing di RI Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi, Ini Peran HSBC
Singapura Sumber Investasi...
Singapura Sumber Investasi Asing Terbanyak di Indonesia
Kepala BKPM Kesulitan...
Kepala BKPM Kesulitan Tarik Investor Asing di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
7 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
7 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
8 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
8 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved