Genjot Industri Manufaktur, Menperin Berburu Investor di Swiss
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:27 WIB
Genjot Industri Manufaktur, Menperin Berburu Investor di Swiss
A
A
A
DAVOS - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita aktif menyampaikan tentang beragam potensi Indonesia dalam upaya pengembangan industri manufaktur. Dia pun mencari investor untuk menggarap potensi industri manufaktur.
Hal ini diungkapkannya ketika melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku industri skala global, seperti Nestlé dan Amazon Web Services, Inc., pada rangkaian kegiatan World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.
“Salah satu kepentingan kami adalah mencari investor yang potensial. Kami sampaikan bahwa Indonesia punya kekayaan sumber daya alam dan pasar yang sangat besar. Apalagi, pemerintah saat ini bertekad untuk memacu daya saing sektor manufaktur, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0,” kata Menperin Agus melalui keterangan resmi, Kamis (23/1/2020).
Adapun sektor-sektor industri yang dibidik adalah sesuai dengan prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik. “Kami lakukan pendekatan dengan calon investor yang masuk dalam lima sektor tersebut, karena dari sektor itu bisa berkontribusi hingga 60% ke PDB, ekspor dan tenaga kerja,” ujar Agus.
Menperin menyampaikan, masuknya investasi dari sektor industri tersebut diyakini dapat memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri sekaligus menghasilkan produk substitusi impor dan memacu ekspor. “Aktivitas industrialisasi selama ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian, seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa,” paparnya.
Hal ini diungkapkannya ketika melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku industri skala global, seperti Nestlé dan Amazon Web Services, Inc., pada rangkaian kegiatan World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.
“Salah satu kepentingan kami adalah mencari investor yang potensial. Kami sampaikan bahwa Indonesia punya kekayaan sumber daya alam dan pasar yang sangat besar. Apalagi, pemerintah saat ini bertekad untuk memacu daya saing sektor manufaktur, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0,” kata Menperin Agus melalui keterangan resmi, Kamis (23/1/2020).
Adapun sektor-sektor industri yang dibidik adalah sesuai dengan prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik. “Kami lakukan pendekatan dengan calon investor yang masuk dalam lima sektor tersebut, karena dari sektor itu bisa berkontribusi hingga 60% ke PDB, ekspor dan tenaga kerja,” ujar Agus.
Menperin menyampaikan, masuknya investasi dari sektor industri tersebut diyakini dapat memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri sekaligus menghasilkan produk substitusi impor dan memacu ekspor. “Aktivitas industrialisasi selama ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian, seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa,” paparnya.
(akr)
Lihat Juga :