Pertumbuhan Ekonomi Meleset dari Target, Luhut: Susah Dihindarkan

Rabu, 05 Februari 2020 - 18:12 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Meleset dari Target, Luhut: Susah Dihindarkan
A A A
JAKARTA - Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang meleset dari target tidak bisa dihindari. Hal ini lantaran tekanan global yang sangat berat hingga mempengaruhi ekonomi nasional.

"Memang engga bisa dihindari, kan saya sudah gambarkan," ujar Menko Luhut di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 sebesar 5,02%. Angka ini meleset dari target pemerintah yang menginginkan pertumbuhan ekonomi meroket 5,20% year on year (yoy).

Angka 5,02% ini hasil akumulasi dari pertumbuhan ekonomi empat kuartal tahun 2019, dengan tren selalu menurun. Pada kuartal I 2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07%. Kuartal II melemah jadi 5,05%, kuartal III sebesar 5,02%, dan kuartal IV jatuh ke posisi 4,97%.

Semetara Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,02% dikarenakan pertumbuhan ekonomi cuma mengandalkan sektor konsumsi. "Oleh BPS sudah kita ramalkan sejak awal, kita masih mengandalkan sektor konsumsi. Ke depan harapan kita pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di antara 5,3-5,5% dalam APBN," ungkap Bahlil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Minus, Luhut: Lebih Baik di Antara Emerging Market
Hadapi Tantangan Masa...
Hadapi Tantangan Masa Depan, Begini Desain Strategi Investasi RI
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Luhut: Pemulihan Ekonomi...
Luhut: Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Butuh Waktu 5 Tahun
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved