Arus Keluar Modal Asing Membuat Rupiah Jatuh 41 Poin

Jum'at, 07 Februari 2020 - 17:21 WIB
Arus Keluar Modal Asing...
Arus Keluar Modal Asing Membuat Rupiah Jatuh 41 Poin
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan akibat wabah virus corona membuat aliran modal asing keluar dari Indonesia. Nilainya pun tidak tanggung-tanggung, hingga Rp11 triliun selama sepekan. Ini berdampak terhadap laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Akibat arus keluar dana asing, rupiah di indeks Bloomberg pada Jumat (7/2/2020), jatuh 41 poin atau 0,30% ke level Rp13.675 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.620-Rp13.676 per USD.

Padahal sesi pembukaan, rupiah langsung tancap gas melanjutkan penguatan 15 poin atau 0,11% menjadi Rp13.620 per USD, dibandingkan penutupan Kamis di Rp13.634 per USD.

Rupiah dan sejumlah mata uang Asia lainnya rontok terhadap dolar AS pada Jumat ini. Won Korea Selatan jatuh 0,55%, baht Thailand melemah 0,43%, ringgit Malaysia turun 0,41%, yuan China rugi 0,40%, dolar Singapura dan rupee India masing-masing jatuh 0,35%, dan peso Filipina tergelincir 0,05%.

Selain dari faktor domestik arus modal asing keluar, pelemahan rupiah juga karena faktor eksternal. Yaitu data ekonomi AS yang optimis mengenai laporan tenaga kerja. Selain itu, meningkatnya epidemi virus corona membuat investor enggan mengambil aset berisiko.

Data CNBC menyebutkan jumlah korban kematian akibat virus pada Jumat pagi sudah mencapai 636 orang, dengan 31.161 orang terinfeksi.

Data ekonomi AS tentang tenaga kerja yang optimis dan wabah virus corona di China telah menjadi faktor kekuatan dolar AS hari ini. Indeks USD terhadap enam mata uang utama berada di 98,472, naik dari level 97,600 pada sesi sebelumnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah KO Lawan Dolar...
Rupiah KO Lawan Dolar AS, Modal Asing Kabur Rp27 Triliun sejak Awal Tahun
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.629 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya
Menguat Tipis, Rupiah...
Menguat Tipis, Rupiah Hari Ini Ditutup Rp16.237 per USD
Sri Mulyani Blak-blakan...
Sri Mulyani Blak-blakan Soal Rupiah Keok hingga Asing Kabur dari RI
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
28 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved