Tumbuh 7,8%, Gapmmi: Pertumbuhan Industri Mamin Tertekan Global

Sabtu, 08 Februari 2020 - 19:01 WIB
Tumbuh 7,8%, Gapmmi:...
Tumbuh 7,8%, Gapmmi: Pertumbuhan Industri Mamin Tertekan Global
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan industri makanan dan minuman sepanjang tahun 2019 hanya mampu tumbuh sebesar 7,8%. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dari tahun 2018 yang mencapai 7,9%.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, pelemahan pertumbuhan industri makanan dan minuman disebabkan permintaan pasar global untuk pangan olahan yang stagnan. Selain itu, ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah juga turun.

"Investasi di industri pangan pada tahun 2019 juga turun. Investasi dalam negeri turun sekitar 6%, sedangkan investasi asing turun sekitar 2%. Secara total turun. Ini yang mempengaruhi pertumbuhan itu," ujarnya usai business gathering di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (7/2/2020) malam.

Adhi melanjutkan, daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah juga menurun. Hal ini juga tercermin pada kuartal IV/2019 yang menunjukkan daya beli sedikit melemah. Sementara daya beli kalangan menengah atas diperkirakan masih cukup kuat.

"Saya cek retailer Aprindo, mereka juga bilang yang kelas bawah ini menurun. Kalangan menengah bawah ini banyak mengandalkan income dari komoditi. Begitu komoditi melemah, harga turun, pendapatan kelas menengah juga turun," jelasnya.

Dia berharap di tengah stagnasi permintaan global ini, pemerintah bisa membantu meningkatkan konsumsi dalam negeri dengan memberi insentif.

Menurut Adhi, banyak negara yang sudah memberikan insentif untuk meningkatkan konsumsi seperti India dan Jepang. Saat ini masing-masing negara ingin menyelamatkan ekonominya dengan memberikan insentif, khususnya yang mendorong konsumsi.

"Kita harapkan pemerintah bisa membelanjakan pengeluarannya yang berdampak langsung terhadap meningkatkan pendapatan masyarakat. Jangan infrastruktur yang jangka panjang, mungkin agak dikurangi. Mungkin infrastruktur jangka pendek yang meningkatkan konsumsi dan pendapatan masyarakat ini lebih diperbesar," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Es Krim Viennetta Langka,...
Es Krim Viennetta Langka, Gapmmi Pastikan Tak Ada Penimbunan
Pengusaha Mamin Kesulitan...
Pengusaha Mamin Kesulitan Bayar Upah di Tengah Pandemi Covid-19
Produk Pangan Dibatasi...
Produk Pangan Dibatasi Pemakaian Gula, Garam, dan Lemak! Produsen Mamin Teriak
Konsumsi Lemah Dihantam...
Konsumsi Lemah Dihantam Covid-19, Industri Mamin Terkoreksi
2 Tahun Puasa, Produsen...
2 Tahun Puasa, Produsen Makanan dan Minuman Siap-siap Naikkan Harga di 2022
Kemenperin Pastikan...
Kemenperin Pastikan Industri Mamin Jalani Pemulihan Produktivitas
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved