BBM Solar Paling Sering Diselewengkan, Pengawasan Dinilai Tak Efektif

Rabu, 12 Februari 2020 - 14:47 WIB
BBM Solar Paling Sering...
BBM Solar Paling Sering Diselewengkan, Pengawasan Dinilai Tak Efektif
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam menilai pengawasan distribusi BBM khususnya solar bersubsidi oleh BPH Migas selama ini tidak efektif. Hal itu dapat dilihat dari laporan BPH Migas dalam kurun waktu 2016-2019, dimana BBM Solar paling sering diselewengkan.

Berdasarkan laporan BPH Migas pada 2016 lalu kasus penyelewengan BBM mencapai sebanyak 381 kasus, pada 2017 sebanyak 187 kasus, pada 2018 sebanyak 260 kasus dan pada 2019 lalu kasusnya meningkat tajam mencapai 404 kasus.

“Jadi secara kinerja, pengawasan distribusi tidak efektif sehingga perlu ditingkatkan. Jika pengawasan tidak efektif dampaknya pada jebolnya kuota BBM subsidi dan akibatnya beban subsidi dari APBN menjadi meningkat,” kata Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Dia menandaskan bahwa selama ini indikator kinerja BPH Migas selalu dikaitkan dengan besarnya iuran dari badan usaha. Padahal yang lebih utama ialah terhadap pengawasan distribusi BBM bukan menarik iuran badan usaha karena itu justru menghambat kinerja badan usaha.

Pihaknya memberikan contoh terkait iuran kegiatan badan usaha di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Pungutan tersebut, kata dia, justru membebani PGN karena beban yang dibebankan seharusnya bisa untuk mendukung efisiensi pembangunan infrastruktur gas bumi seperti pembangunan transmisi dan pipa distribusi.

“Jadi ketika pendapatan badan usaha besar maka kontribusi terhadap negara juga besar. Sehingga iuran itu jangan dijadikan patokan kinerja. Apalagi misalnya PGN saat ini sedang diberikan tugas pemerintah untuk menurunkan harga gas industri,” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPH Migas Pastikan Distribusi...
BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalimantan Barat Terkendali
Penyaluran Pertalite...
Penyaluran Pertalite 30 Juta KL di 2023, Lebih Rendah dari Target
80% Subsidi Pertalite...
80% Subsidi Pertalite Disedot Kalangan Mampu, BPH Migas Sarankan Distribusi Tertutup
Opsi-opsi Pembatasan...
Opsi-opsi Pembatasan BBM Subsidi Kembali Muncul: Skema Tertutup hingga CC Kendaraan
BPH Migas Wanti-wanti...
BPH Migas Wanti-wanti Pertamina Soal Penyelewengan BBM Subsidi
Soal Kuota BBM Subsidi,...
Soal Kuota BBM Subsidi, BPH Migas: Lakukan Pengendalian Konsumsi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved