Awal Tahun, Pemerintah Tarik Utang Rp68,2 Triliun

Rabu, 19 Februari 2020 - 22:16 WIB
Awal Tahun, Pemerintah...
Awal Tahun, Pemerintah Tarik Utang Rp68,2 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat total pembiayaan utang Indonesia hingga akhir Januari 2020 mencapai Rp68,2 triliun atau 22,2% dari target APBN sebesar Rp351,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi pembiayaan utang pemerintah di akhir Januari tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp123 triliun.

Sri Mulyani mengatakan penurunan pembiayaan utang khususnya terjadi pada pembiayaan utang lewat Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesinambungan fiskal APBN 2020.

"Hal ini menunjukkan kredibilitas fiskal tetap terjaga," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Sri Mulyani menambahkan pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui utang mempertimbangkan manajemen di awal tahun.

"Ini juga pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal dan terus memperhatikan kondisi serta kesempatan di pasar keuangan," katanya.

Adapun rincian dari pembiayaan utang hingga akhir Januari 2020, pembiayaan lewat SBN sebesar Rp72 triliun di akhir Januari. Angka ini turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp119,5 triliun.

Secara rinci realisasi pinjaman berasal dari pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri yang mencapai Rp3,81 triliun. Sedangkan komponen pinjaman lainnya belum terealisasi.

Artinya pemerintah belum melakukan penarikan pinjaman, baik dalam maupun luar negeri. Serta juga tidak ada pinjaman dalam negeri yang jatuh tempo.

Penerbitan surat utang negara yang dilakukan awal tahun lebih pada penerapan strategi oportunistik, dimana pada awal tahun penerbitan SBN cukup menguntungkan. Sebab, pemerintah dapat memperoleh dana dengan biaya minimal dan yield rendah.

"Perkembangan SBN setelah wabah corona. Dalam hal ini, yield SBN kita masih stabil. Terbukti kemarin melakukan lelang dan masuk bidingnya 5 kali lipat. Itu menggambarkan SBN kita dianggap safe heaven," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Sudah Tarik...
Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp273 Triliun per Februari 2021
Animo Tinggi, Jualan...
Animo Tinggi, Jualan ORI018 Tembus Rp12.97 Triliun
Sri Mulyani Siapkan...
Sri Mulyani Siapkan Strategi Pengelolaan Utang di Tahun 2021
Wah Ternyata, Sri Mulyani...
Wah Ternyata, Sri Mulyani 'Punya Banyak Utang' ke Emak-Emak
Utang Pemerintah Pusat...
Utang Pemerintah Pusat Tembus Rp7.236,61 Triliun per Agustus 2022
Sri Mulyani Mau Cari...
Sri Mulyani Mau Cari Utang lagi, 6 Seri SBN Akan Diterbitkan
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
10 menit yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
36 menit yang lalu
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
44 menit yang lalu
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
59 menit yang lalu
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
1 jam yang lalu
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
1 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved