Jokowi Restui Dana Alokasi Khusus Permintaan Bahlil Lahadalia

Kamis, 20 Februari 2020 - 21:11 WIB
Jokowi Restui Dana Alokasi...
Jokowi Restui Dana Alokasi Khusus Permintaan Bahlil Lahadalia
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui keinginan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang sebelumnya meminta dana alokasi khusus (DAK) pada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Adapun DAK ini ditujukan untuk Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di daerah agar lebih semangat untuk menggenjot investasi.

“Jadi tadi saya langsung perintahkan ke Menteri Keuangan kalau bisa tahun ini dan kalau enggak bisa tahun depan DAK diberikan pada PTSP," ujar Jokowi di Ritz Carlton Pacific Place, Kamis (20/2/2020).

Dia melanjutkan, DAK ini akan punya berbagai peran antara lain memperbaiki manajemen sistem sampai sosialisasi. Menurutnya Dinas PMPTSP memang perlu meningkatkan kecepatan dalam melayani masyarakat. "Karena ingin Dinas PMPTSP di daerah bisa naik kelas," jelasnya

Jokowi juga menyampaikan bahwa DAK penting disalurkan agar dinas PMPTSP bisa lebih bertanggung jawab dalam menjadi perpanjangan tangan BKPM di daerah. Hal ini agar DPMPTSP dapat melayani perizinan dan investasi dengan cepat sekaligus mampu membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi investor. “Jangan merasa yang ada di kantor PTSP yang disampaikan Pak Bahlil tadi merasa di kelas 2 bahkan kelas 3. Saya ingin kantor PTSP di rangking pertama," jelasnya.

Sebelumnya Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong investasi di Indonesia. Untuk itu dia meminta Menkeu Sri Mulyani untuk memberikan DAK kepada DPMPTSP.

Bahlil beralasan, selama ini DPMPTSP seperti dianaktirikan karena suku dinas lainnya mendapatkan DAK. Adapun DAK adalah alokasi dari APBN kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu yang tujuannya mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

"Selama ini kan kebijakan pemerintah pusat selalu dipaksakan ke daerah, kadang-kadang kita tidak mengerti apa maunya daerah. Kami rapat sama mereka melahirkan banyak poin, tapi ada tiga poin penting. Mereka ini merasa seperti anak tiri di bangsa ini. Kenapa anak tiri? Dinas lain, departemen lain ada DAK-nya untuk kabupaten kota," ujar Bahlil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Bahlil Bentuk Tim Satgas...
Bahlil Bentuk Tim Satgas Khusus Tangani Relokasi Investasi
Pesan Lahan di Batang,...
Pesan Lahan di Batang, Tiga Perusahaan Asing Siap Investasi di RI
Menyeramkan, Marak Investasi...
Menyeramkan, Marak Investasi Mangkrak karena Banyak Hantunya
Satu Perusahaan Relokasi...
Satu Perusahaan Relokasi Investasi Groundbreaking Pekan Depan
Indonesia Negara Paling...
Indonesia Negara Paling Korup ke 85 dari 180 Negara Bikin Investor Ogah Taruh Duit
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
10 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
10 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
12 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
12 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
13 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved