Infrastruktur Dibenahi, Samosir Yakin Danau Toba Bisa Jadi Bali Kedua

loading...
Infrastruktur Dibenahi, Samosir Yakin Danau Toba Bisa Jadi Bali Kedua
Infrastruktur Dibenahi, Samosir Yakin Danau Toba Bisa Jadi Bali Kedua
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong perningkatan infrastruktur di kawasan Destinasi Super Prioritas dalam rangka menumbuhkan pariwisata serta mendulang devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Salah satunya di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang juga menjadi salah satu destinasi super prioritas (DSP) yaitu Danau Toba, dimana selama periode 2017-2019 pemerintah pusat mendukung 11 program pembangunan infrastruktur di kabupaten Samosir. Sebagai catatan, Samosir merupakan satu dari tujuh kabupaten yang mengelilingi kawasan Danau Toba di Sumatera Utara.

"Sejak presiden Joko Widodo datang pertama kali ke Samosir, ada 11 program pembangunan yang digulirkan oleh pemerintah pusat," ujar Bupati Samosir Rapidin Simbolon saat meluncurkan Horas Samosir Fiesta (HSF) 2020 di Jakarta, Jumat (21/2/2020) malam.

Beberapa program infrastruktur dimaksud, kata Rapidin, diantaranya pelebaran alur tanah Ponggol dengan nilai kontrak pekerjaan Rp313,3 miliar, serta preservasi dan pelebaran jalan nasional lingkar Samosir dan ruas Pangururan Tele.



"Jalan lingkar totalnya 146 Km, telah rampung 85% dan yang akan diselesaikan tahun ini sepanjang 21 Km. Program lainnya adalah pembangunan pelabuhan Ambarita dan peningkatan pelabuhan Simanindo," tuturnya.

Sebagai salah satu sentral di kawasan DSP Danau Toba, fasilitas akomodasi di Kabupaten Samosir juga terbilang banyak yaitu mencapai 2.203 kamar hotel. Dari segi kunjungan wisatawan juga terus meningkat yaitu dari 278.059 pada 2017 menjadi 378.649 pada 2018, lalu meningkat 9,5% menjadi 418.271 pada 2019.

"Dengan perbaikan infrastruktur dan pembenahan yang terus kami lakukan, kami yakin kawasan Danau Toba bisa menjadi 'Bali kedua'. Salah satu kunci adalah kebersamaan," tandasnya.



Meski secara umum kunjungan wisatawan meningkat, Rapidin mengakui ada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yaitu dari 65.724 wisman pada 2018 menjadi 50.970 wisman pada 2019.
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top